TELUK BINTUNI, mangrove.id| Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Papua Barat bergerak cepat demi menjamin keamanan dan kesuksesan gelaran Pesparawi Nasional ke-14 tahun 2026.
Sebagai langkah konkret, Bakesbangpol Papua Barat telah menyiapkan draf Instruksi Gubernur yang akan menjadi panduan menyeluruh bagi seluruh instansi dan pemangku kepentingan (stakeholder) di wilayah tersebut.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat, Rheinhard C. Maniagasi, S.STP, M.Si, mengungkapkan bahwa draf instruksi tersebut disusun berdasarkan hasil rumusan rapat koordinasi bersama Tim Kewaspadaan Dini Provinsi Papua Barat yang digelar hari Minggu lalu.
Rapat strategis tersebut melibatkan jajaran community intelligence, unsur Forkopimda, serta mitra instansi vertikal lainnya.
“Hasil rapat ini dalam bentuk notulensi akan dipakai untuk menjadi bahan menerbitkan Instruksi Gubernur dalam rangka pelaksanaan Pesparawi di Provinsi Papua Barat. Saat ini masih dalam bentuk draf yang sudah diusulkan ke pimpinan untuk berproses agar bisa segera diterbitkan,” ujar Rheinhard yang dikonfirmasi usai mengikuti upacara HUT Kabupaten Teluk Bintuni ke-23, Selasa (9/6/2026).
Rheinhard menegaskan bahwa Instruksi Gubernur ini nantinya akan mengikat secara menyeluruh. Aturan ini bakal berlaku bagi semua instansi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga seluruh stakeholder yang ada di Provinsi Papua Barat tanpa terkecuali.
Langkah taktis penyiapan rancangan instruksi ini dilakukan demi menjaga kondusifitas daerah dan kerukunan sosial menjelang kedatangan kontingen dari 38 provinsi di Indonesia. Aturan ketat ini nantinya dirancang untuk memperkuat dan mengawal 5 poin utama Himbauan Gubernur Papua Barat.
Adapun Himbauan Gubernur Papua Barat, meliputi: Menjaga Kamtibmas: Mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Waspada Provokasi dan Hoaks: Membentengi daerah dari tindakan pihak tak bertanggung jawab, seperti provokator, berita hoax, ujaran kebencian, serta isu SARA.
Meningkatkan Kewaspadaan Dini: Mengantisipasi upaya adu domba yang dapat memecah belah persatuan di tengah keberagaman suku dan asal-usul peserta yang hadir di Manokwari.
Menjadi Tuan Rumah yang Bermartabat: Menghimbau warga agar bersikap ramah, informatif, dan peka dalam membantu para delegasi jika menghadapi kendala selama di perjalanan, lokasi acara, maupun di penginapan.
Menjadikan momentum Pesparawi sebagai wadah penguatan iman umat Kristiani, meningkatkan persaudaraan, sekaligus ajang promosi budaya serta kerukunan antarumat beragama.
Alumni IPDN Angkatan XVI itu menambahkan, Provinsi Papua Barat, khususnya Kabupaten Manokwari sebagai pusat pelaksanaan, berkomitmen penuh untuk menjadi tuan rumah yang ramah dan bermartabat.
“Melalui Instruksi Gubernur yang sedang digodok ini, kami berharap seluruh masyarakat dapat menjadi pionir yang mendukung penuh pemerintah dan panitia demi menyukseskan event akbar nasional tersebut,” pungkas mantan Kaban Kesbangpol Teluk Bintuni itu. (len)


































Hari ini : 609
Kemarin : 814
Total Kunjungan : 230745
Hits Hari ini : 1597
Who's Online : 5