Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 7 Agu 2026 08:07 WIB ·

Bangkitkan Ekonomi Warga Babo, Bupati Anisto Perintahkan Penutupan Mess BP Tangguh


 Bupati Anisto saat memberikan sambutan di acara Ground Breaking Pelabuhan Babo, Rabu (5/8/2026) Perbesar

Bupati Anisto saat memberikan sambutan di acara Ground Breaking Pelabuhan Babo, Rabu (5/8/2026)

TELUK BINTUNI, mangrove.id| Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, SE, MH mengambil langkah tegas dengan memerintahkan penutupan permanen mess karyawan milik BP Tangguh di Distrik Babo. Kebijakan ini diambil untuk mendorong pengalihan hunian karyawan ke penginapan milik masyarakat lokal guna membangkitkan roda perekonomian warga setempat.

Instruksi tersebut disampaikan Bupati dengan sapaan akrab Anisto, di sela-sela acara Ground BreakingPelabuhan Babo, Rabu (5/8/2026). Ia menilai keberadaan mess internal membuat aktivitas karyawan terlalu eksklusif dan mematikan potensi usaha masyarakat.

“Mess BP ditutup saja. Selama ini karyawan terlalu eksklusif. Kita ingin mereka tinggal di penginapan warga, supaya ada efek singgah. Kalau langsung masuk mess, tidak ada yang berbelanja. Perputaran ekonomi tidak jalan,” ujar Yohanis Manibuy tegas.

Ia menambahkan, Distrik Babo merupakan kawasan strategis penopang ekonomi wilayah pesisir. Penutupan mess dinilai akan membuka ruang usaha baru di sektor jasa, mulai dari penginapan, rumah makan, hingga transportasi lokal.

Selain memerintahkan penutupan mess, Bupati Yohanis juga menyoroti status lahan dan dermaga jettyyang digunakan pihak perusahaan. Karena aset tersebut milik pemerintah daerah dan belum memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga perlu dikaji ulang.

“Saya pikir kalau itu aset daerah, kita tarik kembali. Kita ingin buat sesuatu yang baik untuk masyarakat Babo. Kita buka ruang ekonomi baru agar roda ekonomi berputar di Babo, bukan hanya lewat di atas kertas,” tambahnya.

Langkah tegas Bupati ternyata mendapat dukungan penuh dari Anggota DPR RI Komisi XII, drg. Alfons Manibui, DESS. Legislator asal Dapil Papua Barat itu berjanji akan membawa usulan penataan kawasan dan penutupan mess eksklusif ini ke tingkat pusat bersama pihak KSO di Jakarta.

Menurut Alfons, konsep eksklusivitas kawasan industri di Babo sudah saatnya diubah menjadi inklusif agar UMKM lokal dapat tumbuh dan masyarakat menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri. (len)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

MATA UANG YANG BERNAMA KEPERCAYAAN

7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Otsus Adalah Rancangan Pembangunan dan Perlindungan Untuk Hak Hak OAP

1 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Pemilik Media Mangrove.id Dilantik Jadi Katua JMSI Papua Barat

1 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Rheinhard Soroti Kehadiran Panitia Paskibraka 2026: Struktur Dipangkas

30 Juli 2026 - 08:45 WIB

Bahas Pengungsi Asal Moskona, Gubernur Ratas dengan Komnas HAM

27 Juli 2026 - 15:31 WIB

Persiapan Matang Pasukan Pengibar Bendera: Menyelisik Intensitas Latihan dan Kedisiplinan Peserta

26 Juli 2026 - 08:22 WIB

Trending di Berita Daerah
error: Content is protected !!