Menu ✖

Mode Gelap

Pemerintahan · 16 Sep 2022 06:55 WIB ·

Entaskan Anemia, Pemda Teluk Bintuni Didukung Pemerintah Jepang


 Wakil Bupati Teluk Bintuni, Matret Kokop saat menandatangani kerjasam antara Pemda dengan Gunma University, Kamis. Perbesar

Wakil Bupati Teluk Bintuni, Matret Kokop saat menandatangani kerjasam antara Pemda dengan Gunma University, Kamis.

Mangrove.id| Wakil Bupati Teluk Bintuni, Matret Kokop menutup kegiatan peningkatan status kesehatan wanita melalui program pengembangan SDM bidang kesehatan di Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis (15/9/2022) di aula Misi, Kilometer 2, Bintuni.

Turut hadir dalam acara ini, Plt Sekda Teluk Bintuni, Frans N. Awak beserta sejumlah Kepala OPD, instansi vertikal, perwakilan Organisasi Masyarakat dan Organisasi Profesi serta para kader Posyandu.

Saat memberikan sambutan, Wabup mengungkapkan, di Kabupaten Teluk Bintuni berdasarkan hasil survei pada tahun 2019 ketika program ini mulai berjalan, tingkat prevalensi anemia masih cukup rendah, berkisar di angka 33 persen. Khususnya di distrik Bintuni dan manimeri.

Anemia kata Wabup, masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan dunia terutama di Negara berkembang, tidak terkecuali di Indonesia, anemia yang biasa disebut dengan penyakit kurang darah ini disebabkan oleh penyakit infeksi dan faktor gizi.

Wabup pun mengapresiasi, terbentuknya Tim Pengentasan Anemia (Tim PA) hasil kerja sama antara RSUD Teluk Bintuni dengan Gunma University dengan dukungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

“Melaksanakan program gerakan melawan anemia di Bintuni dan Manimeri tahun 2022-2025 (Gematuri) yang telah berjalan sejak tahun 2019 hingga berakhir di tahun 2022,” ujar Wabup.

Sesuai data RSUD Teluk Bintuni pada tahun 2018, Wabup menyebut Anemia merupakan salah satu penyakit yang tidak menular yang masuk dalam 5 besar penyakit rawat inap, akan tetapi sesuai dengan evaluasi Tim PA setelah 3 tahun program ini berjalan terdapat peningkatan prevalensi Anemia dari angka 33 persen menjadi 60 persen di tahun 2022.

Begitupun dengan kelompok wanita usia subur yang tidak pernah mendengar tentang Anemia turun menjadi 18 persen. Sedangkan penyebab Anemia meningkat secara signifikan 65 persen, pencegahan Anemia meningkat 35 persen yang sebelumnya 42 persen menjadi angka 87 persen.

“Hal ini mengindikasikan bahwa program kerja tim kerja program Anemia dalam meningkatkan pengetahuan mengenai anemia dan gizi melalui pendekatan personal di dua distrik sudah cukup efektif dan efisien,” tutur Wabup.

Sementara, Local Site Manager, dr. Nova Sumihartini, Ph.D selaku penanggung jawab operasional area Bintuni, menjelaskan program kegiatan yang tepat sasaran serta materi finansial yang memadai, diperlukan dalam mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat di kabupaten Teluk Bintuni.

Misalnya, akses pelayanan kesehatan dan pendidikan, dengan pola sinergitas diyakini akan mampu memenuhi target bidang kesehatan. Untuk itu, sebagai bentuk dukungan Pemda, sudah ada penandatanganan komitmen kerja sama dan serah terima logistik yang digunakan untuk pengentasan Anemia.

“Besar harapan kami, program Gematuri ini merupakan salah satu langkah benar untuk mewujudkan Kabupaten Teluk Bintuni yang Damai, Maju, Produktif dan Berdaya Saing, menuju Indonesia yang pulih lebih cepat bangkit lebih baik,” tutupnya. (Susi)

Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BKPP Ungkap Masalah Pengganjian P3K Paruh Waktu

23 September 2026 - 08:08 WIB

Tidak Dapat Tambahan DAU dari Pusat Untuk Gaji ASN Daerah, Ini Klarifikasi Bappelitbangda Bintuni

17 September 2026 - 16:02 WIB

Tunggak Belasan Tahun, BP Tangguh Siap Bayar Dana Kompensasi TKA ke Pemkab Teluk Bintuni

29 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Tinjau Posko, Bupati Anisto Pastikan Pemerintah Responsif Cegah Karhutla

29 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Rapat Bersama Pengurus Parpol, Rheinhard Tekankan Pendidikan Politik dan Transparansi LPJ

26 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Perdana di Papua Barat, Bakesbangpol Cetus Program Pendampingan Anggota Paskibraka

18 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Trending di Pemerintahan
error: Content is protected !!