Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 20 Feb 2026 16:12 WIB ·

Krisis Sanitasi dan Air Bersih di Weriagar: Dua Balita Meninggal Dunia


 Gambar ilustrasi Perbesar

Gambar ilustrasi

TELUK BINTUNI, mangrove.id| Krisis kesehatan serius melanda wilayah Distrik Weriagar, Kabupaten Teluk Bintuni. Dalam kurun waktu tiga hari, dua orang balita dilaporkan meninggal dunia akibat diare akut yang disertai dehidrasi berat dan malnutrisi.

Berdasarkan penelusuran media, Jumat (20/2/2026), tragedi ini diduga kuat dipicu oleh buruknya sarana sanitasi dan rendahnya akses air bersih di lingkungan tempat tinggal warga.

Kasus pertama menimpa seorang balita perempuan berusia 1 tahun 9 bulan. Pasien dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Weriagar pada Sabtu (14/02/2026) sekira pukul 15.55 WIT.

Berdasarkan diagnosa medis, balita tersebut mengalami syok hipovolemik akibat diare akut, dehidrasi berat, pneumonia aspirasi, serta kondisi gizi buruk (malnutrisi berat).

Hanya berselang tiga hari, kasus serupa dialami bayi laki-laki berusia 8 bulan. Bayi ini dilaporkan meninggal dunia di kediamannya pada Selasa (17/02/2026) sekira pukul 04.00 WIT.

Sebelumnya, petugas medis telah memberikan pertolongan pertama dan menganjurkan rawat inap (infus), namun nyawanya tidak tertolong sebelum sempat dibawa ke Puskesmas.

Atas kejadian itu, tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni telah dikerahkan ke distrik Weriagar untuk melakukan pelacakan epidemiologi (PE), Jumat (20/2/2026).

Namun, investasi kasus ini sebelumnya sudah dilaksanakan tim dari Puskesmas setempat, sejak tanggal 16 Februari lalu.

Hasil investigasi tim di lapangan mengungkap kondisi lingkungan yang sangat memprihatinkan seperti infrastruktur yang tidak memadai, fasilitas MCK yang tidak sesuai standard kesehatan, minimnya sarana air bersih dan rendahnya prilaku hidup sehat warga.

Sumber lain dari dinas teknis menyebut, tim kesehatan akan menggelar rapat evaluasi bersama di Puskesmas Weriagar pada Kamis mendatang.

Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun berita acara hasil pelacakan yang akan diserahkan kepada pemerintah.

Pasca kejadian ini, diharapkan adanya kolaborasi lintas sektor agar perbaikan infrastruktur kesehatan dan edukasi gizi di Distrik Weriagar menjadi prioritas utama pemerintah daerah. (len)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Aksi Komunitas Cenderawasih Peduli Papua di HAN 2026, Sentuh Pasien Anak RSUD Jayapura

23 Juli 2026 - 10:55 WIB

Aksi Komunitas Cenderawasih Peduli Papua di HAN 2026, Sentuh Pasien Anak di RSUD Jayapura

23 Juli 2026 - 10:38 WIB

Ombudsman Dorong Penyelesaian Air Bersih di Kabupaten Bintuni

1 Juli 2026 - 13:42 WIB

Sase Bantu 1 Unit Mobil Ambulans Untuk Puskesmas Fafurwar

9 Juni 2026 - 19:26 WIB

Sidak, DPR-PB Sebut RSUPB Hanya Megah Dari Luar

22 Mei 2026 - 11:56 WIB

Perjuangan ATLM Muda Dari Babo Untuk Jadi Pembaca Mikroskopi Malaria yang Andal

16 November 2025 - 21:29 WIB

Trending di Kesehatan
error: Content is protected !!