TELUK BINTUNI, mangrove.id| Dinas Kesehatan Teluk Bintuni meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus diare yang dipicu oleh musim kemarau serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meski mencatat adanya peningkatan total kasus dalam sebulan terakhir, pihak kesehatan memastikan seluruh pasien sejauh ini hanya mengalami dehidrasi tingkat ringan hingga sedang, tanpa ada kasus dehidrasi berat.
Sebagai langkah antisipasi agar kondisi tidak memburuk seperti kejadian pada bulan Februari lalu, penanganan ketat langsung diberlakukan. Setiap dokter di tingkat puskesmas diwajibkan melaporkan setiap temuan kasus diare tanpa membedakan usia maupun kondisi pasien.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Teluk Bintuni, dr. Johannes Risamasu, Sp.PK, M.Kes melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Teluk Bintuni, Irma Said, SKM, M.Kes mengatakan, guna memastikan kondisi pasien tetap stabil, petugas puskesmas diterjunkan langsung untuk melakukan pemantauan harian ke rumah warga.
“Sistem pengawasan ini berlaku menyeluruh bagi seluruh kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga ibu hamil. Petugas khusus juga telah ditunjuk untuk bertanggung jawab mengawasi perkembangan kesehatan pasien selama perawatan di rumah,” kata Irma yang dikonfirmasi di kantornya, Rabu (23/9/2026).
Selain pengawasan ketat, ia menjelaskan, langkah mitigasi darurat dan jalur rujukan pasien kondisi berat telah disiapkan. Bahkan, sejak awal munculnya ancaman kekeringan dan bencana karhutla.
Sebagai langkah penanganan cepat, pihaknya eksis melakukan koordinasi intensif melalui rapat virtual bersama seluruh kepala puskesmas.
Meski telah membuat skenario penanganan dini, ada sejumlah kendala di lapangan seperti letak geografis dan armada penunjang di beberapa puskesmas. Menyiasati kendala tersebut, Dinkes memprakarsai skema kolaborasi dengan masyarakat setempat guna meminimalisir kemungkinan terburuk.
“Mekanisme penyewaan transportasi warga, proses pengiriman pasien, hingga kesiapan ambulans penjemput saat pasien tiba di Bintuni sudah diatur secara terintegrasi guna menjamin keselamatan warga,” pungkasnya. (len)





























Hari ini : 829
Kemarin : 515
Total Kunjungan : 17730
Hits Hari ini : 2425
Who's Online : 9