Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 4 Sep 2026 14:09 WIB ·

Penyakit Infeksi Metabolik Mendominasi di RSUD Bintuni


 Plt. Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau, Sp.PD Perbesar

Plt. Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau, Sp.PD

TELUK BINTUNI, mangrove.id| Plt Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau, Sp.PD mengatakan penyakit infeksi metabolik masih menjadi salah satu kasus yang cukup banyak ditemukan pihaknya.

Hal ini, menjadi salah satu perhatian rumah sakit, khususnya pada pasien penyakit dalam.

“Penyakit dalam itu cukup banyak, tetapi yang dominan adalah penyakit infeksi. Selain itu, penyakit metabolik juga cukup banyak kami temukan pada pasien yang datang berobat,” jelasnya saat dikonfirmasi wartawan di rumah sakit, Kamis (3/9/2026).

Ia menyebut, salah satu penyakit infeksi yang masih sering ditemukan adalah demam tifoid atau yang lebih dikenal sebagai penyakit tifus, dan sejumlah penyakit infeksi lainnya.

Khusus penyakit metabolik, dokter spesialis bedah itu menjelaskan, merupakan kelompok penyakit yang berkaitan dengan gangguan proses metabolisme tubuh dan dalam banyak kasus berhubungan dengan pola makan serta gaya hidup seseorang.

Beberapa penyakit metabolik yang cukup sering ditemukan antara lain diabetes melitus, gangguan kolesterol, obesitas, kadar asam urat tinggi, penyakit hati atau sirosis dan berbagai gangguan metabolisme lainnya.

“Penyakit metabolik seperti diabetes melitus, kolesterol, obesitas, asam urat tinggi dan gangguan pada hati juga cukup banyak ditemukan. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan pola hidup dan pola makan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penyakit metabolik tidak hanya menyerang masyarakat berusia lanjut. Saat ini, gangguan metabolik juga dapat ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda, terutama mereka yang kurang menerapkan pola hidup sehat.

Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula, garam dan lemak yang tinggi, ditambah kurangnya aktivitas fisik, menjadi faktor yang meningkatkan risiko terjadinya gangguan metabolik.

“Yang penting adalah bagaimana pasien bisa mengontrol penyakitnya. Jangan hanya ketika sudah merasa sakit baru datang berobat. Pemeriksaan secara rutin juga sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Novita mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit metabolik. Kadar gula darah, kolesterol, asam urat dan berat badan perlu dikontrol agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Ia juga mendorong masyarakat untuk mulai melakukan perubahan gaya hidup sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Pola makan harus diatur dengan memperhatikan keseimbangan nutrisi dan membatasi konsumsi makanan maupun minuman yang mengandung gula, garam dan lemak secara berlebihan.

Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik juga dinilai penting untuk mempertahankan kondisi tubuh. Masyarakat dianjurkan untuk menghindari kebiasaan hidup sedentari atau terlalu banyak duduk dan kurang bergerak.

Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kemampuan tubuh dapat membantu menjaga berat badan serta menekan sejumlah faktor risiko penyakit metabolik.

Dr. Novita juga mengimbau masyarakat yang memiliki faktor risiko, seperti berat badan berlebih, riwayat keluarga dengan diabetes, tekanan darah tinggi maupun kadar kolesterol tinggi, agar lebih aktif melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Pemeriksaan kesehatan penting untuk mengetahui kondisi tubuh sejak awal. Kalau ditemukan adanya gangguan, maka bisa segera dilakukan penanganan sehingga tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih berat,” pungkasnya. (len)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Aksi Komunitas Cenderawasih Peduli Papua di HAN 2026, Sentuh Pasien Anak RSUD Jayapura

23 Juli 2026 - 10:55 WIB

Aksi Komunitas Cenderawasih Peduli Papua di HAN 2026, Sentuh Pasien Anak di RSUD Jayapura

23 Juli 2026 - 10:38 WIB

Ombudsman Dorong Penyelesaian Air Bersih di Kabupaten Bintuni

1 Juli 2026 - 13:42 WIB

Sase Bantu 1 Unit Mobil Ambulans Untuk Puskesmas Fafurwar

9 Juni 2026 - 19:26 WIB

Sidak, DPR-PB Sebut RSUPB Hanya Megah Dari Luar

22 Mei 2026 - 11:56 WIB

Krisis Sanitasi dan Air Bersih di Weriagar: Dua Balita Meninggal Dunia

20 Februari 2026 - 16:12 WIB

Trending di Kesehatan
error: Content is protected !!