Menu

Mode Gelap

Berita Daerah · 2 Des 2024 21:56 WIB ·

Esensi Raker ke-3 Klasis GKI Teluk Bintuni Sesuai Arahan Sinode


 Esensi Raker ke-3 Klasis GKI Teluk Bintuni Sesuai Arahan Sinode Perbesar

TELUK BINTUNI, Mangrove.id| Rapat Kerja (Raker) ke-3 Klasis GKI Teluk Bintuni telah resmi bergulir sejak dibuka Anggota Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua Wilayah XII, Pendeta Rosalie Wamafma, S.Th, M.Mis, Senin (2/12).

Bupati Teluk Bintuni, Matret Kokop beserta jajaran juga turut serta dalam acara pembukaan yang dilangsungkan di Jemaat GKI Pniel Banjar Ausoy selaku tuan rumah.

Raker ke-3 Badan Pekerja Klasis GKI Teluk Bintuni Periode 2022-2027 ini, dibawah sorotan tema sentral, “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja Mewujudkan Keadilan, Perdamaian dan Kesejahteraan”.

Dengan Sub Tema, “Klasis Teluk Bintuni Bertekad Menata Diri Menuju Gereja yang Dewasa, Mandiri dan Misioner”.

Menurut Pendeta Wamafma, tema dan sub tema yang dipakai dalam acara gereja, bukan sekadar pajangan. Tetapi tema dan sub tema ini, menjadi patokan dalam memaknai tugas dan tanggung jawab sebagai panggilan pelayanan.

“Sesuai peraturan tentang klasis dalam Tata Gereja GKI di Tanah Papua, Bab 6 Pasal 43 ada 6 poin penting. Salah satunya, dalam Raker ini kita mengevaluasi program pelayanan kita di tingkat klasis,” terangnya saat memberi sambutan.

Dijelaskan Pendeta Wamafma, dalam hal melaksanakan program pelayanan dalam satu tahun, gereja tidak bisa berjalan sendiri. Tapi, gereja membutuhkan sinergitas bersama mitra, secara khusus pemerintah.

“Gereja dan pemerintah adalah mitra strategis yang saling membutuhkan. Dalam praktiknya, gereja dan pemerintah selalu berkolaborasi, karena tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Ia mengatakan, seluruh umat yang hidup di Tanah Sisar Matiti ini punya tanggung jawab untuk sama-sama menciptakan kehidupan yang baik. Dimana, terciptanya keadilan, kedamaian dan kesejahteraan.

Bicara tentang tiga hal ini, ia berpandangan, tidak bisa bicara suku dan agama tertentu saja. Apalagi dalam konteks membangun daerah ini, kolaborasi dengan semua agama, semua suku yang ada, menjadi hal yang prioritas.

Oleh karena itu, dalam Raker ini, ia berpesan, seluruh utusan dari 54 jemaat GKI se Klasis Teluk Bintuni, agar memanfaatkannya untuk mengevaluasi program kerja yang sudah berjalan, sekaligus menyepakati program yang akan dikerjakan.

“Pada intinya, semua program yang kita sepakati wajib untuk memenuhi kebutuhan umat. Bukan demi alasan untuk memenuhi keinginan kita. Mari kita komitmen hal ini,” tegasnya.

“Dalam wadah ini, mari kita berpikir hal yang strategis dalam menjawab tantangan pelayanan kita. Di era global sekarang ini, kita dituntut berpikir cepat dan tepat. Namun, kita tetap tidak boleh menyimpang dari ajaran Tuhan,” pungkasnya. (wanma)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Anggaran P2TIM TB Dinilai Pemborosan, Publik Minta Pemerintah Hentikan Kerjasama

23 April 2026 - 17:39 WIB

Solusi Papua Barat Menuju Kemandirian Ditengah Ketergantungan Fiskal

21 April 2026 - 06:24 WIB

Sekda Papua Barat Ajak Tokoh Lintas Agama Jaga Kondusivitas Daerah

15 April 2026 - 12:57 WIB

Susun Rekomendasi, DPD RI Kumpul Forkopimda dan Perusahaan Migas di Papua Barat

14 April 2026 - 12:04 WIB

Urgent ! Bupati Bintuni Minta DPD RI Advokasi Persoalan Kelistrikan dan Tenaga Kerja

14 April 2026 - 11:57 WIB

Sase Gelar Open House di Bintuni, Jadikan Idul Fitri Momentum Saling Memaafkan

23 Maret 2026 - 08:54 WIB

Trending di Berita Daerah
error: Content is protected !!