Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 24 Apr 2026 13:21 WIB ·

DPRP Papua Barat Desak Percepatan Fasilitas SMK Taruna Kasuari Nusantara


 DPRP Papua Barat Desak Percepatan Fasilitas SMK Taruna Kasuari Nusantara Perbesar

MANOKWARI, mangrove.id| Wakil Ketua II DPRP Papua Barat, Syamsudin Seknun, S.Sos, SH, MH, mengungkapkan adanya ketidakseimbangan serius antara jumlah siswa dan fasilitas pendukung di SMK Taruna Kasuari Nusantara, Manokwari.

Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang menghadirkan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat yang berlangsung di Manokwari, Jumat (24/4/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, sekolah tersebut mengalami lonjakan penerimaan siswa yang melebihi standard operasional prosedur (SOP) selama dua tahun terakhir.

Ia menjelaskan bahwa sesuai SOP, standard seleksi siswa seharusnya maksimal 100 orang, yang kemudian disaring kembali menjadi 80 orang menyesuaikan kapasitas ruangan.

Namun, realita di lapangan menunjukkan angka yang kontras. Contoh, di tahun 2023 penerimaan siswa bisa membengkak hingga 160 siswa, sedangkan di tahun 2024, mencapai 130 siswa.

“Ini artinya kapasitas ruangan dengan skema standard yang ada di sekolah sudah tidak sesuai lagi,” ujar pria yang akrab disapa Sase saat memberi keterangan pers usai RDP.

Kondisi ini berdampak langsung pada fasilitas asrama, di mana satu kamar yang idealnya diisi empat orang, kini harus menampung hingga delapan orang.

Ketidakseimbangan ini tidak hanya terjadi pada fasilitas fisik, tetapi juga pada rasio tenaga pengajar. Oleh karena itu, Sase menilai, situasi ini dapat mengganggu kondisi psikologis siswa dan kualitas penyelenggaraan pendidikan secara keseluruhan.

“Bayangkan satu kamar diisi delapan orang, itu sangat tidak layak dari sisi standard pendidikan berpola asrama,” tegasnya.

Menyikapi temuan tersebut, Sase mengungkap, DPRP Papua Barat telah menyepakati beberapa poin strategis bersama Dinas Pendidikan.

Diantaranya, Dinas Pendidikan telah diminta segera merealisasikan pembangunan fasilitas SMK Kasuari Nusantara di Warmare, dengan target sudah beroperasi pada 2027 mendatang.

Selain itu, DPRP juga meminta Dinas Pendidikan melakukan evaluasi dan penambahan tenaga pengajar serta pengawas agar rasio guru dan murid kembali seimbang.

“Siswa ini sudah ada, tidak mungkin kita kurangi atau suruh berhenti. Solusinya adalah dinas harus mengevaluasi kebutuhan tambahan tenaga pengajar dan mempercepat fasilitas fisik agar persoalan ini terjawab,” pungkas Sase. (len)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Asisten I Sekda Minta Anggota Paskibraka Jaga Kekompakan

9 Agustus 2026 - 20:07 WIB

MATA UANG YANG BERNAMA KEPERCAYAAN

7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Bangkitkan Ekonomi Warga Babo, Bupati Anisto Perintahkan Penutupan Mess BP Tangguh

7 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Otsus Adalah Rancangan Pembangunan dan Perlindungan Untuk Hak Hak OAP

1 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Pemilik Media Mangrove.id Dilantik Jadi Katua JMSI Papua Barat

1 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Rheinhard Soroti Kehadiran Panitia Paskibraka 2026: Struktur Dipangkas

30 Juli 2026 - 08:45 WIB

Trending di Pemerintahan
error: Content is protected !!