MANOKWARI, mangrove.id| Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat, Rheinhard C. Maniagasi, S.STP, M.Si, menegaskan bahwa menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar rutinitas seremoni tahunan. Lebih dari itu, keterlibatan para siswa dalam seluruh proses pengibar bendera merupakan bagian dari menjalankan tugas negara yang mulia.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka tahapan seleksi calon anggota Paskibraka tingkat Provinsi Papua Barat tahun 2026 di Gedung RTP Borarsi, Manokwari, Kamis (28/5/2026).
“Mulai hari ini kita akan melaksanakan tahapan seleksi. Hal penting yang perlu kita sama-sama berkomitmen dan sepakati adalah bahwa ini adalah tugas negara,” ujar Rheinhard di hadapan para peserta seleksi.

Menurutnya, tugas negara tidak hanya bertumpu pada pundak Pemerintah atau jajaran TNI-Polri. Ketika para siswa dipanggil untuk mengikuti seleksi, sejak saat itulah tanggung jawab sebagai perpanjangan tangan negara dimulai.
“Hari ini adik-adik dipanggil oleh negara melalui Pemerintah Provinsi Papua Barat. Memikul beban dan tanggung jawab yang berat bukan hanya nanti pada saat pengibaran saja, tetapi mulai hari ini saat duduk di sini menjadi calon, adik-adik sudah melaksanakan tugas negara,” tegasnya.
Alumni IPDN 2008 itu, menjelaskan bahwa sisa waktu persiapan menuju upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 mendatang terbilang singkat. Melalui seleksi ini, ia berharap, akan lahir putra-putri terbaik yang siap mengibarkan bendera Merah Putih di halaman kantor Gubernur Papua Barat, bahkan Istana Merdeka di Jakarta.
“Kita berdoa agar di antara adik-adik sekalian, ada juga yang akan membawa nama Provinsi Papua Barat untuk ikut dalam pengibaran maupun penurunan bendera di Istana Merdeka nanti,” tambahnya.
Seleksi yang diikuti oleh pelajar terbaik dari Kabupaten Manokwari, Kabupaten Fakfak, dan Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) ini dipastikan berjalan ketat dan objektif. Di hari pertama, para peserta langsung dihadapkan pada Tes Kompetensi Dasar (TKD) berbasis online.
“Tes TKD ini bersifat online, terkoneksi, dan betul-betul objektif berdasarkan nilai murni adik-adik sekalian. Setelah ini akan dilanjutkan dengan Medical Check Up (MCU), Baris-Berbaris, Kesamaptaan, wawancara serta tes psikologis,” jelas mantan Kaban Kesbangpol Kabupaten Teluk Bintuni itu.
Mengingat ketatnya persaingan untuk memperebutkan kuota 38 besar tingkat provinsi, mantan Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Teluk Bintuni yang berpengalaman mengurus Paskibraka selama 10 tahun di tingkat Distrik ini, memberikan peringatan keras terkait kedisiplinan dan keselamatan fisik peserta.
Ia mengimbau para peserta asal Kabupaten Manokwari dan peserta dari luar daerah seperti Fakfak dan Mansel, untuk langsung beristirahat setelah tes dan tidak melakukan aktivitas di luar agenda seleksi.
“Hal-hal kecil sering jadi permasalahan. Pengalaman sebelumnya, besok mau persiapan upacara atau seleksi, justru ada yang jatuh dari motor, cedera karena main bola, atau kena musibah saat berenang. Kami minta beberapa hari ke depan jangan ada aktivitas lain di luar tes. Kalau mau olahraga, pilih yang tidak ada kontak fisik seperti jogging atau jalan pagi,” imbaunya.
Di akhir arahannya, ASN yang pernah menjabat Kepala Distrik Kuri di Kabupaten Teluk Bintuni itu, menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh peserta yang hadir. Ia mengingatkan bahwa dari sekian banyak pelajar SMA/SMK/Sederajat di Provinsi Papua Barat, hanya siswa-siswi pilihan yang bisa berada pada tahapan seleksi tingkat Provinsi Papua Barat yang akan diseleksi lagi untuk ditetapkan menuju tahapan nasional pada bulan Juni 2026 mendatang. (len)
































Hari ini : 514
Kemarin : 507
Total Kunjungan : 221183
Hits Hari ini : 1052
Who's Online : 7