MANOKWARI, mangrove.id| Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja luar biasa panitia daerah dalam pelaksanaan seleksi di Provinsi Papua Barat.
Langkah-langkah taktis dan ruang edukasi yang diciptakan oleh panitia yang difasilitasi dan dimonitoring langsung Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Papua Barat ini, dinilai sukses menjaga momentum serta kobaran semangat nasionalisme para peserta.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Analis Kebijakan Ahli Madya Kedeputian Pengkajian dan Materi BPIP, Pankratius Balun, M.Sc. Menurutnya, kerja keras panitia daerah dalam mengawal proses seleksi ini patut diacungi jempol karena mampu memberikan solusi konkret di tengah tantangan geografis yang dinamis.
Pankratius menyoroti dedikasi luar biasa dari para peserta yang datang dari berbagai kabupaten, seperti Kabupaten Fakfak. Jarak yang jauh serta biaya transportasi yang tinggi tidak menyurutkan langkah mereka untuk hadir di Manokwari demi menunjukkan rasa cinta terhadap tanah air.
Melihat tantangan tersebut, BPIP secara khusus memuji langkah cepat dan antisipatif yang diambil oleh panitia daerah untuk menjaga kuota dan kelancaran acara.
“Kami sangat mengapresiasi langkah antisipatif panitia yang mengiptimalkan kuota dengan menambah calon dari Kabupaten Manokwari untuk mengisi kekosongan akibat kendala yang dialami kabupaten lain,” ujar Pankratius kepada Wartawan di Manokwari, Minggu (31/5/2026).
Kebijakan ini dinilai sebagai bukti kesiapan dan respons yang matang dari panitia daerah dalam menghadapi kendala teknis di lapangan.
Tidak hanya cekatan dalam urusan logistik, panitia daerah juga dipuji karena pendekatan humanis dan edukatif yang diterapkan selama proses seleksi. Berbeda dengan sistem gugur konvensional, panitia di Papua Barat memberikan kebijakan inklusif yang menyentuh hati para peserta.
Peserta yang tidak lolos di tahapan awal tidak langsung dipulangkan. Panitia tetap merangkul dan melibatkan mereka untuk mengikuti seluruh rangkaian proses seleksi hingga selesai.
“Panitia daerah memberikan ruang tumbuh dan kebersamaan yang sangat baik. Hal ini sangat bermanfaat karena mayoritas dari adik-adik ini bercita-cita menjadi abdi negara, baik TNI, Polri, sekolah kedinasan, maupun ASN,” pungkas Pankratius.
Melalui skema ini, BPIP menilai panitia daerah tidak sekadar menjalankan fungsi administratif seleksi, melainkan juga sukses mengarsiteki sebuah ruang pembelajaran mental dan wawasan kebangsaan yang berharga bagi masa depan generasi muda di Bumi Kasuari. (len)
































Hari ini : 825
Kemarin : 808
Total Kunjungan : 223371
Hits Hari ini : 1425
Who's Online : 8