TELUK BINTUNI, mangrove.id| Pihak pengelola SPBU 86.983.07 Tisay, Bintuni mengeluhkan ketersediaan stok BBM mereka yang saat ini tidak lagi mengimbangi permintaan konsumen.
Penyebabnya, jumlah kendaraan di kota Bintuni terus bertambah, namun tidak linear dengan kuota BBM yang didapat pihak SPBU.
Problem ini kemudian disampaikan langsung pihak pengelola kepada Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy saat melakukan inspeksi mendadak di SPBU Tisay, Rabu (22/4/2026).
“Harapan kami, dengan adanya kunjungan Bapak Bupati, kuota BBM untuk Teluk Bintuni bisa ditambah,” ujar Aripuddin selaku Pengawas SPBU Tisay saat dikonfirmasi Wartawan seusai Sidak.
Aripuddin mengungkap, pihaknya telah beberapa kali mengajukan permohonan penambahan kuota BBM ke pihak berwenang, namun hingga kini belum terealisasi.
Padahal, penambahan kuota BBM saat ini menjadi kebutuhan agar distribusi BBM bisa merata ke masyarakat, dan tidak menimbulkan antrean panjang di SPBU.
Sementara itu, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pertamina dan instansi pusat, guna memastikan pasokan BBM di Teluk Bintuni tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Sebagai informasi, pihak SPBU Tisay menjamin harga BBM subsidi masih berada di harga yang sama, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter. Namun untuk BBM Non Subsidi seperti Dexlite mengalami kenaikan harga menjadi sekitar Rp 24.150 per liter. (len)


































Hari ini : 557
Kemarin : 841
Total Kunjungan : 193872
Hits Hari ini : 1086
Who's Online : 7