TELUK BINTUNI, mangrove.id| Pemda Teluk Bintuni bergerak cepat merespons potensi inflasi di wilayahnya. Pada Rabu (22/4/2026) Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy bersama jajaran Forkopimda menyisir pasar dan gudang distributor untuk memastikan stabilitas harga pangan.
Namun, dalam pantauan langsung di lapangan, tim menemukan fakta adanya “aji mumpung” yang dilakukan oknum pedagang maupun distributor.
Berdasarkan data di lapangan, komoditas vital seperti gula pasir dan minyak goreng mulai mengalami kenaikan harga. Ironisnya, setelah dilakukan pengecekan mendalam, barang-barang tersebut merupakan stok lama yang didatangkan sebelum penyesuaian harga BBM dilakukan.
Plt. Sekda Teluk Bintuni, Ida Bagus Putu Suratna yang dikonfirmasi Wartawan membenarkan temuan tersebut. Kepada Wartawan, ia mengatakan, kenaikan ini tidak memiliki dasar yang kuat dan murni merupakan spekulasi pasar.
“Bapak Bupati secara tegas meminta agar distributor mengembalikan harga ke kondisi awal. Stok lama tidak boleh dipengaruhi oleh kenaikan BBM yang baru terjadi. Kami akan segera memanggil para distributor untuk menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) agar tidak ada lagi yang bermain dengan harga,” ujar Plt Sekda.
Selain menyoroti permainan harga pada stok lama, Pemda juga mengidentifikasi ancaman pada biaya distribusi ke depan. Untuk mencegah kenaikan harga pada stok baru nantinya, Plt Sekda menyebut, Pemerintah akan menyiapkan langkah-langkah mitigasi.
Diantaranya, mengalokasikan anggaran subsidi angkut untuk menekan lonjakan harga barang dari luar daerah, dan menjamin distribusi BBM bersubsidi yang tepat sasaran guna biaya angkut tidak membengkak secara ilegal.
Lebih lanjut, Plt Sekda mengungkap, Bupati berkomitmen untuk menekan ketergantungan sejumlah bahan pangan dari luar daerah dengan mendorong penguatan sektor pangan lokal, seperti cabai dan palawija.
“Langkah-langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak panik. Pemerintah hadir dan terus berupaya menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok,” pungkasnya.
Inspeksi ini telah memberi gambaran bahwa Pemda Teluk Bintuni tidak akan tinggal diam terhadap upaya pengambilan keuntungan tidak wajar di tengah situasi transisi ekonomi.
Pengawasan ketat akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan masyarakat tidak terbebani secara ekonomi. (len)
































Hari ini : 498
Kemarin : 841
Total Kunjungan : 193813
Hits Hari ini : 959
Who's Online : 8