Menu

Mode Gelap

Ekonomi dan Bisnis · 20 Feb 2026 09:10 WIB ·

Wacanakan Bisnis Sampah Plastik, Perusda Targetkan ‘Cuan’ Sekaligus Edukasi Lingkungan


 Plt Direktur Perusda BMM, Vengky Osok saat menunjukan struktur organisasi Perusda yang ramping namun kaya fungsi. Perbesar

Plt Direktur Perusda BMM, Vengky Osok saat menunjukan struktur organisasi Perusda yang ramping namun kaya fungsi.

TELUK BINTUNI, mangrove.id| Perusahaan Daerah Bintuni Maju Mandiri (Perusda BMM) mulai melirik potensi ekonomi besar dibalik pengelolaan sampah plastik di Kota Bintuni.

Alih-alih hanya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sampah plastik kini diproyeksikan menjadi komoditas bisnis yang mampu mendatangkan keuntungan finansial bagi daerah, sekaligus menjawab isu global soal lingkungan.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai guna seperti paving block. Proses pembuatannya dinilai cukup sederhana, namun memiliki nilai ekonomi.

Selain itu, peluang bisnis lain yang dibidik adalah penjualan bahan baku plastik yang telah dicacah atau dipres ke luar daerah, dengan memanfaatkan kapal kargo yang sering kembali dalam keadaan kosong dari Bintuni.

Plt Direktur Perusda BMM, Vengky Osok menerangkan, wacana ini bertujuan menciptakan siklus ekonomi baru, karena sampah memiliki nilai tukar yang cukup tinggi.

Jika rencana ini berjalan, ia menyebut, Perusda akan memiliki pendapatan (income) yang nantinya dapat digunakan untuk membeli sampah plastik langsung dari warga.

“Kalau masyarakat tahu bahwa plastik ini punya nilai, berarti masyarakat tidak akan buang plastik sembarangan lagi karena bisa ditukar jadi uang,” ujarnya, Kamis (19/2).

Untuk mendukung rencana ini, Perusda berniat melakukan koordinasi lintas sektoral yang melibatkan instansi Pemerintah, Swasta, LSM Lingkungan bahkan Lembaga Masyarakat Adat.

Dimana, langkah-langkah strategis yang akan diambil meliputi: sinergi dengan instansi pendidikan untuk mengedukasi siswa tentang bagaimana memilah sampah yang benar.

Selain itu, sinergi dengan instansi lingkungan hidup, instansi perindustrian dan perdagangan guna mengawal proses distribusi dan sistem pengolahan.

“Perlu melakukan sosialisasi ke semua pelaku UMKM agar sampah plastik dikumpulkan dalam kondisi bersih, sehingga memiliki nilai jual tinggi. Intinya, kami ingin adanya pemberdayaan masyarakat secara langsung dalam pengelolaannya,” sebutnya.

Ia menyatakan, ketika sampah plastik dapat menjadi sumber pendapatan, maka kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan akan tumbuh selaras dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi. (len)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

LMA Sebyar Sebut Alasan BP Ganti Konstruksi Kayu ke Baja Ringan Tidak Mendasar

18 Mei 2026 - 11:33 WIB

Ketua LMA Sebyar, Yohanis Bauw

UML Kota Sorong Uji Tera Mesin Pompa BBM di Bintuni

4 Mei 2026 - 17:38 WIB

Dihadapan Bupati, Pihak SPBU Tisay Keluhkan Pengajuan Penambahan Kuota yang Tidak Dijawab

22 April 2026 - 21:31 WIB

Pemda Temukan Ada Praktik ‘Aji Mumpung’ Saat Sidak di Pasar

22 April 2026 - 21:29 WIB

Solusi Papua Barat Menuju Kemandirian Ditengah Ketergantungan Fiskal

21 April 2026 - 06:24 WIB

Jejak Solar Subsidi: Dari Manokwari ke Bintuni, Dijual Hingga Empat Kali Lipat

15 April 2026 - 20:13 WIB

Trending di Ekonomi dan Bisnis
error: Content is protected !!