TELUK BINTUNI, Mangrove.id| Klasis GKI Teluk Bintuni menggelar kegiatan Kursus Dasar bagi Guru-guru Sekolah Minggu (SM), yang berlangsung selama dua hari (18 – 19 Juli) di gedung gereja Jemaat GKI Via Dolorosa.
Kegiatan ini merupakan salah satu cara klasis dalam keikutsertaannya bersama pemerintah daerah, menyiapkan generasi emas Sisar Matiti di masa mendatang.

Dibuka Wakil Ketua Klasis GKI Teluk Bintuni, Penatua (Pnt) Jane Fimbay, Jumat (18/7), Kursus Dasar ini diikuti puluhan Guru SM dari jemaat-jemaat di empat lingkungan pelayanan klasis.
Sekretaris Komisi Pelayanan dan Pembinaan Jemaat (KP2J) Klasis GKI Teluk Bintuni, Pdt. Piter Solissa selaku komisi teknis, saat dikonfirmasi wartawan, menyebut kegiatan ini sangat penting.
Ia menjelaskan, kursus dasar bagi Guru SM merupakan tahapan yang dilakukan gereja dalam rangka meningkatkan kompetensi Guru SM.
“Kegiatan ini adalah kelanjutan dari Kursus Dasar sebelumnya. Dan setelah ini, akan dilaksanakan Kursus Lanjutan sekaligus Retret pada tanggal 22 Agustus mendatang,” ungkap Pdt Solissa yang dijumpai di sela kegiatan.
Pdt Solissa menerangkan, Kursus Dasar bagi Guru SM, seyogyanya menjadi domain jemaat. Namun, berhubung masih ada jemaat yang belum melaksanakan, sehingga untuk kali ini ditangani Komisi KP2J.
Alasan klasis melaksanakan Kursus Dasar ini, dikarenakan Kursus Lanjutan yang menjadi domain klasis, akan dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus. Sementara, syarat bagi Guru SM untuk mengikuti Kursus Lanjutan ini, salah satunya sudah mengikuti Kursus Dasar.
“Inisiatif klasis melaksanakan Kursus Dasar ini, sebenarnya sangat membantu jemaat-jemaat dari segi anggaran dan waktu,” jelas Pdt. Solissa.
Lebih lanjut dijelaskan Pdt Solissa, upaya gereja meningkatkan kompetensi Guru-guru SM, sangatlah memiliki arti dan tujuan.
Dimana, GKI di Tanah Papua sebagai gereja terbesar yang ada di Tanah Papua memiliki tanggung jawab dan peran yang sangat strategis dalam menyiapkan generasi penerus gereja yang takut akan TUHAN.
“Kalau di gereja anak-anak moralnya baik, tentu dampaknya akan terlihat dalam kehidupan bermasyarakat. Dan sudah menjadi kewajiban kami dari gereja, untuk ikut menciptakan generasi bangsa yang berkualitas,” pungkasnya.
Dalam kursus dasar ini, ada beberapa materi yang dipelajari oleh Guru-guru SM. Diantaranya, tentang panggilan, pedoman pelayanan Persekutuan Anak dan Remaja (PAR), hingga metode mengajar menggunakan alat peraga. (len)


































Hari ini : 396
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164279
Hits Hari ini : 1112
Who's Online : 7