Mangrove.id| Narasi positif yang dibangun oleh media dapat mengendalikan inflasi di Indonesia, terlebih khusus di Papua Barat.
Sebab, dengan narasi positif yang disampaikan lewat Media Massa Arus Utama (Pers) diyakini dapat mencegah timbulnya pemahaman yang keliru di masyarakat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, Ruth Eka Trisilowati saat acara bincang media di salah satu hotel di Manokwari, Jumat (8/04/2022) menjelaskan, bahwa bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri harus diwaspadai akan terjadinya inflasi.

Selain itu sambung Eka, adanya rencana aksi demo pada tanggal 11 April 2022 di beberapa daerah, justru akan sangat berdampak terhadap lajunya inflasi, dan kenaikan sejumlah bahan pokok.
“Tidak hanya kenaikan bahan pokok, kenaikan juga akan terjadi pada sektor tranportasi laut, darat dan udara. Makanya, kami meminta kepada rekan-rekan Jurnalis agar dapat membuat narasi yang positif sehingga tidak membuat kepanikan di masyarakat,” pinta Eka.
Kegiatan bincang bareng media yang diadakan oleh Bank Indonesia perwakilan papua barat kali ini menghadirkan Wartawan dari Media Cetak, Elektronik dan Online di Manokwari, Kepala Cabang Utama Bank Papua, Rony Wabia, Kepala dinas Ketahanan Pangan Papua Barat, Lazarus Ullo, Kepala Bulog Sub Drive Manokwari, Firman Mando serta Feblly, Perwakilan Distributor CV. Makmur Perkasa.
Dalam kegiatan tersebut juga dibahas mengenai Sembako bagi masyarakat di bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1443 H, dimana menurut distributor bahwa untuk stok Sembako masih aman untuk beberapa bulan kedepan.
Sedangkan untuk ketersedian beras, pihak Bulog mengklaim bahwa saat ini stok beras masih aman hingga lima bulan kedepan, sehingga masyarakat tidak perlu panik. (Kev)

































Hari ini : 407
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164290
Hits Hari ini : 1295
Who's Online : 7