TELUK BINTUNI, mangrove.id| Anggota Komisi XII DPR RI, Alfons Manibui, mengajak insan pers di Kabupaten Teluk Bintuni untuk proaktif mengawal isu pemberdayaan petani lokal. Hal ini ditegaskannya saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di kediamannya, Kampung Lama, Senin (27/4/2026) malam.
Dalam diskusi hangat tersebut, Alfons menyoroti pentingnya peran media massa dalam menjembatani petani lokal agar hasil buminya dapat menembus pasar perusahaan migas raksasa seperti BP Tangguhdan Genting Oil.
Alfons menegaskan bahwa peran wartawan bukan sekadar pelapor, melainkan mitra strategis untuk memastikan perusahaan besar memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.
“Kita harus dukung petani. Bupati dan dinas terkait harus aktif, termasuk peran wartawan untuk terus mengawal pemberitaan dan memberi masukan agar kebijakan ini berjalan di lapangan,” tegas mantan Bupati Teluk Bintuni dua periode tersebut.
Ia menjelaskan bahwa hambatan utama saat ini adalah kontrak-kontrak lama yang masih merujuk pada administrasi sebelum pemekaran. Media diharapkan terus menyuarakan urgensi revisi regulasi ini agar petani tidak perlu menunggu terlalu lama untuk merasakan manfaat industri di tanah mereka sendiri.
Menjawab pertanyaan wartawan terkait sulitnya menembus standar industri, Alfons membeberkan strategi taktis. Ia mendorong fokus diarahkan pada Genting Oil yang baru mulai beroperasi.
Alfons mengingatkan bahwa selain dorongan politik dan pemberitaan media, petani juga harus berbenah. Konsistensi produksi dan kualitas adalah harga mati untuk bersaing di pasar industri.
“Jika dikelola dengan baik dan dikawal terus oleh rekan-rekan media, pertanian lokal akan menjadi sumber pendapatan tetap yang menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (len)
































Hari ini : 337
Kemarin : 601
Total Kunjungan : 197908
Hits Hari ini : 636
Who's Online : 4