TELUK BINTUNI, mangrove.id| Sinergitas nyata antara aparat keamanan, sektor swasta, dan lembaga keagamaan kembali terwujud di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Sekretaris Klasis GKI Teluk Bintuni, Pdt. Johanis Lanta, S.Si., menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa terima kasih yang tinggi atas selesainya program rehabilitasi sarana peribadatan yang menyasar di tiga jemaat GKI yang berlangsung sepanjang 1 – 30 Juli 2026.

Program renovasi fisik ini dilaksanakan secara bergotong royong oleh jajaran TNI Angkatan Darat (TNI-AD) melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 1806/Teluk Bintuni, dengan dukungan penuh dari PT. Hendrison Inti Persada (HIP).

Pdt. Lanta menyatakan bahwa kehadiran prajurit TNI-AD di tengah-tengah jemaat tidak hanya mempercantik dan memperkokoh fisik bangunan gereja, tetapi juga menghadirkan kehangatan bagi umat setempat.

“Apresiasi yang tulus kami sampaikan secara khusus kepada Presiden Republik Indonesia, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), serta Pangdam XVIII/Kasuari. Terima kasih atas kepedulian yang luar biasa bagi jemaat kami di wilayah pedalaman, khususnya melalui jajaran personil di lapangan di bawah komando Dandim 1806/Teluk Bintuni,” ujar Pdt. Johanis Lanta.

Selama satu bulan penuh, para prajurit Kodim 1806/Teluk Bintuni didukung pihak PT. Hendrison Inti Persada dan warga setempat bahu-membahu memperbaiki berbagai fasilitas tempat ibadah yang sebelumnya tidak layak. Sentuhan perbaikan ini mencakup perbaikan atap, pembenahan sanitasi, hingga pemasangan keramik lantai gereja.
Pdt. Johanis menambahkan, kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti konkret bahwa negara hadir merangkul masyarakat hingga ke pelosok daerah. Kerja sama harmonis antara TNI, swasta, dan institusi gereja dinilai sebagai fondasi penting dalam memperkuat toleransi, persatuan, serta pembangunan spiritual di Tanah Papua.
“Ketika semua pihak berjalan bersama, yang terbangun bukan sekadar tempat ibadah, melainkan rasa persaudaraan dan kebersamaan yang kokoh. Semoga sinergi dan dedikasi ini senantiasa menjadi berkat bagi seluruh masyarakat di Teluk Bintuni,” pungkasnya.
Dengan selesainya program rehabilitasi ini, tiga tempat ibadah GKI di Teluk Bintuni kini siap kembali digunakan oleh para jemaat dengan kondisi yang jauh lebih layak dan nyaman.
Sebagai informasi, program rehabilitasi tempat ibadah yang mencakup lima gedung gereja diantaranya: gedung gereja GKI Ebenhaezer Vascodamnem Meyado yang dikoordinir Koramil 1806/ 06 Meyado, gedung gereja St. Yohanes Tomu yang dikoordinir Koramil 1806/05 Tomu, gedung gereja GKI Pengharapan Sibena Permai yang dikoordinir Koramil 1806/01 Bintuni, gedung gereja GKI Imanuel Biscoop yang dikoordinir Koramil 1806/03 Merdey dan gedung gereja GKI Bethel Idoor yang dikoordinir Koramil 1806/04 Wamesa. (len)


















Hari ini : 552
Kemarin : 1807
Total Kunjungan : 264624
Hits Hari ini : 1385
Who's Online : 5