TELUK WONDAMA, mangrove.id| Bupati Teluk Wondama, Elysa Auri, SE, MM, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memfokuskan arah kebijakan pembangunan daerah pada empat pilar utama. Penekanan tersebut disampaikan saat membuka acara Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Teluk Wondama Tahun 2027 di Rasiei.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa forum konsultasi publik bukan sekadar formalitas, melainkan titik temu strategis agar program kerja OPD tidak berjalan sendiri-sendiri. Seluruh penyusunan program tahun 2027 wajib menitikberatkan pada empat fokus utama. Pertama, peningkatan kualitas SDM melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan serta pengembangan kapasitas aparatur. Kedua, pengembangan ekonomi produktif berbasis potensi lokal dengan mendorong hilirisasi, pemberdayaan UMKM serta peningkatan nilai tambah komoditas unggulan. Ketiga, penguatan identitas Wondama sebagai pusat peradaban pendidikan Papua melalui pengembangan nilai sejarah, budaya dan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan daerah. Keempat, peningkatan infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah guna membuka akses dan mengurangi kesenjangan antar wilayah.
“Langkah ini sejalan dengan tema RKPD 2027, yakni Penguatan Fondasi Transformasi Pembangunan Daerah Melalui Peningkatan Kualitas SDM, Ekonomi Produktif Berbasis Potensi Lokal, dan Penguatan Identitas Wondama sebagai Pusat Peradaban Pendidikan Papua,” beber Bupati. Guna merealisasikan Kabupaten Teluk Wondama sebagai kota peradaban pendidikan, Bupati mengungkap, Pemkab Teluk Wondama telah bekerja sama dengan Universitas Papua (UNIPA) untuk menyusun roadmap pembangunan pendidikan.
Kerjasama ini dilatarbelakangi pendekatan kultur masyarakat melalui filosofi “Setiap rumah adalah sekolah dan setiap orang adalah guru”, yang diselaraskan dengan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP). Bupati juga mengingatkan bahwa tantangan geografis, keterbatasan infrastruktur, serta penyesuaian regulasi pusat seperti integrasi SIPD dan SIKD memerlukan komitmen birokrasi berbasis kinerja. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan seluruh stakeholder menjadi kunci utama.
“Mari kita tingkatkan komitmen untuk bekerja tulus dan bersinergi. Bekerjalah dengan setia, jujur, dan dengar-dengaran demi mewujudkan masyarakat Wondama yang sehat, cerdas, produktif, serta bermartabat,” pungkas Elysa. (len)






























Hari ini : 449
Kemarin : 562
Total Kunjungan : 12644
Hits Hari ini : 1056
Who's Online : 7