TELUK BINTUNI, mangrove.id| Komitmen Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. dalam memberdayakan masyarakat lokal kini semakin nyata dan selaras dengan harapan yang disuarakan oleh Anggota DPR RI Komisi XII, Alfons Manibui. Perusahaan migas tersebut mempertegas dukungannya terhadap sektor pertanian dan perikanan sebagai pilar utama kemandirian ekonomi warga di wilayah terdampak operasional.
Manajer Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. Bintuni, Hendy Sahetapy, menyatakan bahwa perhatian terhadap nasib petani lokal telah menjadi inti dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) mereka. Hal ini merespons positif dorongan Alfons Manibui agar industri besar memberikan manfaat langsung pada sektor akar rumput.
“Menanggapi harapan Anggota DPR RI, Bapak Alfons Manibui, terkait perhatian terhadap petani lokal, hal tersebut memang telah menjadi komitmen kami sejak awal. Program yang sudah berjalan sejak 2023 ini kini semakin kami perkuat seiring masuknya proyek ke fase konstruksi,” tegas Hendy di Gedung Sasana Karya, Rabu (29/4/2026).
Sebagai langkah konkret, Genting Oil menjalin kerja sama strategis dengan Balai Rekayasa Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat. Kolaborasi ini bertujuan untuk mentransformasi cara bertani tradisional menjadi lebih produktif dan sesuai standar pasar.
Tidak berhenti pada produksi, Genting Oil juga membangun rantai pasok yang memastikan hasil panen petani terserap. Melalui pembinaan koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hasil pertanian dan perikanan masyarakat akan diserap langsung untuk memenuhi kebutuhan internal katering proyek perusahaan.
Tim Leader Manajemen Development, Wahyu Rumagesang, menambahkan bahwa pendekatan ini mengacu pada konsep kawasan agropolitan dan minapolitan yang selaras dengan rencana pembangunan daerah. “Masyarakat di ring satu tetap menjadi prioritas utama. Kami ingin sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat ini menciptakan pembangunan yang berkelanjutan di Teluk Bintuni,” ungkap Wahyu.
Sinergi antara visi legislator pusat dan aksi nyata korporasi di daerah ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang mengubah wajah sektor pertanian di Kabupaten Teluk Bintuni menjadi lebih modern dan bermartabat. (len)































Hari ini : 409
Kemarin : 749
Total Kunjungan : 200625
Hits Hari ini : 639
Who's Online : 5