Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 18 Apr 2024 11:58 WIB ·

Romilus Ungkap Ketidakwajaran Mutasi Guru, Asmorom: Itu Masukan


 Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

BINTUNI, Mangrove.id| Anggota DPRD Teluk Bintuni, Romilus Tatuta mengungkap adanya praktik mutasi guru yang dilakukan dinas terkait, tidak melalui mekanisme atau prosedur yang ada.

“Kami dengar bahwa ada guru yang mau pindah ke kota, tanpa koordinasi dengan bidang teknis, langsung dipindahkan,” ujarnya, Kamis (18/4/2024).

Dengan demikian, ia menyebut, posisi guru yang tadinya bertugas di sekolah yang terletak di distrik atau kampung, pasti kosong.

Hal lain yang membuat dirinya sangat tidak setuju ialah mutasi yang dilakukan justru bertentangan dengan surat keputusan kepala daerah.

“Kami tidak  setuju dengan kebijakan yang diambil oleh dinas. Penempatan Guru-guru itu wajib hukumnya berdasarkan SK Bupati, bukan nota dinas,” tegasnya.

“Itu salah. Itu harus dikembalikan ke tempat tugas awal,” katanya.

Ia pun menambahkan, bahwa sahnya saat SK kepala daerah diterbitkan maka patut untuk dilaksanakan oleh instansi selaku bawahan.

“Perlu diingat bahwa SK Bupati itu lebih tinggi dari nota dinas atau SK kepala dinas,” pesannya.

Sementara, Sekretaris Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga Teluk Bintuni, Yohanis Asmorom kepada wartawan, mengaku baru mengetahui informasi tersebut.

“Mungkin saja, sebelum saya disini, sudah jalan,” ucapnya, Kamis.

Ia menjelaskan, soal mutasi guru, itu didasarkan pada kebutuhan. Kendati demikian, ia menerangkan bahwa ada mekanisme yang berlaku.

“Misalnya, ada sekolah yang membutuhkan guru, tentu kita harus cek dulu. Benar atau tidak. Baru bisa kami ambil langkah,” jelasnya.

Ia mengaku tidak sependapat jika ada motivasi bagi guru untuk pindah ke kota dengan alasan-alasan tertentu.

“Tapi, kalau mau cari enaknya saja, itu yang tidak boleh. Jangan karena ditempatkan di kampung, lalu ingin ke kota. Itu tidak boleh,” imbuhnya.

Mengenai informasi yang disampaikan Anggota DPRD Teluk Bintuni, Romilus Tatuta, ia menganggap positif sebagai masukan bagi pihaknya. Utamanya, dengan informasi itu pihaknya bisa melakukan evaluasi.

“Pada prinsipnya, mau pindahkan guru itu kita harus tahu situasi di lapangan dulu. Jangan karena kemauan, lalu seenaknya saja. Lalu, akhir-akhir ini banyak guru yang minta pindah ke dinas. Padahal yang namanya guru itu harus di sekolah, melayani anak-anak,” pungkasnya. (wanma)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 157 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sase Kagum dengan Keterampilan Bahasa Asing Siswa Harmoni School

8 Juni 2026 - 16:22 WIB

Wondama Sabet Medali Terbanyak di Turnamen Tenis Piala Gubernur Cup Papua Barat 2026

12 Mei 2026 - 13:08 WIB

Tim Tenis Wondama raih gelar kemenangan terbanyak di Turnamen Tennis Piala Gubernur Cup Papua Barat 2026.

Cinnamon TC Sabet 5 Gelar Juara di Gubernur Cup PB, Dorong Legalitas Klub dan Pembinaan Atlit

12 Mei 2026 - 13:01 WIB

Gubernur: Pramuka Harus Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembinaan Karakter

7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Sambut HUT SMA Negeri 1 Bintuni, Pelajar SD dan SMP Ikuti Lomba Cerdas Cermat

29 April 2026 - 06:07 WIB

Pemimpin SMK Taruna Kasuari Harus Berlatar Belakang Militer, Sase Beri Penjelasan

24 April 2026 - 13:52 WIB

Trending di Pendidikan
error: Content is protected !!