TELUK BINTUNI, mangrove.id| Anggota DPRP Papua Barat, Musa Naa, ST melaksanakan agenda reses bersama puluhan masyarakat perwakilan dari tujuh kampung di Distrik Fafurwar, Kabupaten Teluk Bintuni, Senin (16/2) malam.
Dalam pertemuan tersebut, Musa Naa, ST menerima aspirasi masyarakat terkait pembangunan fasilitas umum (lampu jalan, rumah layak huni), bantuan pendidikan bagi mahasiswa hingga masalah pemerintahan di wilayah.

Aspirasi paling krusial yang disampaikan masyarakat kepada Politisi Partai Perindo itu adalah permintaan agar Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy segera mengaktifkan kembali Kepala Distrik Fafurwar yang lama, Godefridus Siante.
Mereka mengklaim hanya Godefridus Siante yang bisa memahami kebutuhan masyarakat Distrik Fafurwar ketimbang pejabat yang baru.
Dikonfirmasi usai reses, Musa Naa, ST membenarkan aspirasi tersebut. Dia menjelaskan, masyarakat menginginkan kembali Godefridus Siante jabat Kadistrik Fafurwar karena dinilai sosok pamong sejati.
“Harapan mereka (masyarakat.red), Kepala Distrik yang lama bisa diaktifkan kembali. Sebagai Wakil Rakyat dari Dapil Teluk Bintuni, mau tidak mau, saya harus meneruskan aspirasi ini kepada Bupati,” jelasnya.

Meski berkomitmen menindaklanjuti aspirasi masyarakat Fafurwar, Musa Naa, ST menerangkan, bahwa terkait pergantian pejabat di lingkup pemerintahan daerah merupakan wewenang kepala daerah.
Sementara, Koordinator Warga Tujuh Kampung Distrik Fafurwar, Eduardus Arfa menegaskan palang kantor Distrik Fafurwar yang terpasang sejak tanggal 3 Januari lalu, tidak akan dibuka sebelum Bupati Anisto menjawab aspirasi masyarakat Distrik Fafurwar.
Kepada awak media, Arfa menjelaskan, masyarakat dari tujuh kampung secara spontanitas menolak pejabat baru, lantaran figur Godefridus Siante sudah melekat di hati masyarakat. Alasannya, program-program pembangunan di masa kepemimpinan Godefridus Siante, sangat mengena kepada kepentingan masyarakat kecil.
“Kepemimpinan beliau sangat menyentuh masyarakat. Kami masih membutuhkan dan merindukan anak kami ini untuk memimpin kembali. Di tangan beliau, tiga pilar yaitu: agama, pemerintahan dan adat berjalan sangat harmonis,” bebera Arfa.
Terkait aksi pemalangan kantor distrik yang masih berlangsung, Arfa menyebut, merupakan manifestasi dari pernyataan sikap masyarakat Fafurwar, tanpa tendensi politik apapun.
“Kami sangat menghormati pemerintah, namun kami tetap teguh pada sikap kami. Perjuangan kami ini sampai anak kami Godefridus Siante kembali menjabat, baru palang ini kami lepas,” pungkasnya.
Sebagai informasi, sejak pemalangan kantor Distrik Fafurwar, aktivitas pemerintahan Distrik Fafurwar, dialihkan sementara ke ibukota kabupaten. (len)
































Hari ini : 167
Kemarin : 99
Total Kunjungan : 161939
Hits Hari ini : 287
Who's Online : 4