MANOKWARI, mangrove.id | Wakil Ketua II DPRP Papua Barat, Syamsudin Seknun, S.Sos, SH, MH menilai Rumah Sakit Umum Papua Barat (RSUPB) hanya megah dari luar gedung. Sebaliknya, fasilitas penunjang kesehatannya masih minim.
Ini dikatakan Syamsudin saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) langsung di tempat fasilitas pelayanan kesehatan tersebut pada, Jumat (22/5/2026) siang tadi.
Kata dia, inspeksi mendadak itu merupakan tindak lanjut dari hasil temuan pansus dan catatan strategis yang kemudian selaku koordinator komisi II, dia kemudian melaksanakan peninjauan langsung ke lapangan.

“Jadi, apa yang disimpulkan pansus itu sama dengan fakta lapangan. Karena laporan pansus memang ada beberapa catatan yang perlu intervensi politik, seperti Dinas Kesehatan, Rumah sakit dan juga Dinas Pendidikan,” ungkapnya.
Ia mengatakan, dari hasil sidak tersebut, memang benar bahwa ada beberapa fasilitas kesehatan di RSUPB yang tidak memenuhi standar pelayanan kesehatan dan kondisi ini memerlukan intervensi khusus.

“Jadi kalau kita lihat, RSUPB ini hanya megah dari luar, ternyata didalamnya banyak fasilitas yang tidak layak untuk digunakan sebagai standar pelayanan kesehatan,” bebernya.
Menindak lanjuti hasil sidak tersebut, Politisi NasDem itu mengaku akan segera melapor kepada pimpinan dewan lainnya, agar ditindak lanjuti sesuai mekanisme kedewanan.
“Saya akan lapor pimpinan, kita akan agendakan dan undang secara khusus antara komisi II dengan Dinkes dan RS untuk menyepakati formulasi yang ideal. Supaya arah pembangunan sektor kesehatan di 2027 itu bisa lebih baik,” tuturnya, sembari meminta Kepala Dinkes dan Direktur RS tanggalkan ego.
“Mari bersinergi bersama DPR dan buktikan kepada masyarakat bahwa sektor kesehatan akan semakin baik di bawah kepemimpinan Gubernur Dominggus Mandacan,” tandasnya.
Sementara itu, Kabag Umum RSUD Provinsi Papua Barat, Yonece Marieke Modow, S.ST, M.Kes berterimakasih atas inspeksi dan intervensi dari pihak DPRPB terkait kondisi pelayanan kesehatan.
“Memang fasilitas yang kami perlukan dan yang perlu diperbaiki ini masih terganjal dengan keterbatasan anggaran. Kami harap dukungan pemerintah dan DPR serta semua pihak agar RSUPB ini dapat menjadi rumah sakit rujukan yang terbaik di Provinsi ini,” harapnya. (len)
































Hari ini : 703
Kemarin : 619
Total Kunjungan : 217279
Hits Hari ini : 1411
Who's Online : 6