Menu ✖

Mode Gelap

Info Tanah Papua · 19 Mar 2025 11:51 WIB ·

Rencana Kelola PI 10 Persen Dibahas, Ketua Forapelo Teluk Bintuni Minta Dipercepat


 Ketua Forapelo Teluk Bintuni, Agustinus Orosomna Perbesar

Ketua Forapelo Teluk Bintuni, Agustinus Orosomna

TELUK BINTUNI, Mangrove.id| Rencana pengelolaan saham 10 persen pada perusahaan migas yang ada di Teluk Bintuni, saat ini dikabarkan tengah dibahas.

Pemprov Papua Barat melalui Dinas Pertambangan dan Energi disebut lagi gencar menginisiasi rancangan peraturan daerah bersama pihak terkait.

Sebagai langkah serius, PT. Papua Doberai Mandiri (PT. Padoma), yang merupakan badan usaha milik Pemprov Papua Barat, juga disebut-sebut sudah disiapkan.

Selain itu, para pihak terkait termasuk Pemprov Papua Barat dan Pemda Teluk Bintuni juga dikabarkan tengah intens membahas soal rancangan Perdasus terkait.

Mengenai pembahasan rancangan perdasus tersebut, masyarakat adat Teluk Bintuni diwakili Forum Anak-anak Asli 7 Suku Peduli Otsus Teluk Bintuni, mendukung penuh.

“Ini kabar gembira bagi Pemda Teluk Bintuni dan lebih khususnya masyarakat adat,” ujar Agustinus Orosomna, Ketua Forapelo Teluk Bintuni, Rabu (19/3).

Meski mengapresiasi langkah pemerintah daerah, ia berpesan, pembahasan bisa diselesaikan tepat waktu. Sehingga, pengelolaan saham 10 persen itu bisa dikelola secepatnya demi kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil.

“Kami mengajak seluruh masyarakat adat 7 Suku, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan Tokoh Agama di Teluk Bintuni agar mendukung dengan doa, agar pembahasan ini secara sepenuhnya memberi manfaat bagi daerah penghasil,” pungkasnya.

Perlu diketahui, pengelolaan saham 10 persen dalam aturannya dikenal dengan sebutan Participating Interest atau PI 10 persen.

Dimana, PI 10 persen adalah besaran maksimal 10 persen dari PI yang harus ditawarkan oleh kontraktor kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

PI 10 persen merupakan kebijakan negara yang mengatur keterlibatan pemerintah daerah dalam pengelolaan wilayah kerja migas. 

Yang bertujuan memberikan manfaat kepada daerah penghasil semisal; menambah pendapatan daerah untuk kesejahteraan masyarakat setempat, dan memberikan pengetahuan dan pengalaman kerjasama bagi BUMD dalam pengelolaan wilayah kerja migas.

Sebagai dasar hukumnya, PI 10 persen ini diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 37 Tahun 2016, yang merupakan turunan PP No. 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Migas.

Sementara, sejak berlakunya aturan ini, sudah ada contoh wilayah kerja yang menggunakan PI 10 persen. Yakni: wilayah Kontrak Kerja Sama (KKS) Mahakam, dan wilayah Kontrak Kerja Sama (KKS) Offshore North West Java (ONWJ). (len)

Artikel ini telah dibaca 473 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kementerian LH Tetapkan Kampung Masina sebagai Kampung Mandiri Peduli Mangrove

26 September 2026 - 20:15 WIB

Menanti Penetapan Tersangka Korupsi di Balai Gakkum LHK Maluku-Papua

26 September 2026 - 20:08 WIB

Advokad dan Konsultan Hukum, Rustam SH., CPCLE

Pdt. Lanta Ajak Seluruh Jemaat Berpartisipasi Sukseskan Raker I DPP FGM GKI

25 September 2026 - 22:41 WIB

Persiapan Raker I DPP FGM GKI di Teluk Bintuni Capai 70 Persen, Sejumlah Kepala Daerah Dijadwalkan Hadir

25 September 2026 - 22:36 WIB

Pemda Dukung Masyarakat Adat Sebyar Soal Pemanfaatan Migas. BP LNG Tangguh?

25 September 2026 - 22:33 WIB

Pdt. Johanis Lanta Ingatkan Para Pelayan Pentingnya Pemulihan Diri

23 September 2026 - 08:04 WIB

Trending di Info Tanah Papua
error: Content is protected !!