Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 19 Apr 2024 19:12 WIB ·

Kekurangan TPG Dibayarkan, Ketua PGRI Ingatkan Guru tentang Hati Nurani


 Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

BINTUNI, Mangrove.id| PGRI Teluk Bintuni terus memantau perkembangan realisasi hak-hak guru yang disalurkan pihak perbankan sejak beberapa hari lalu.

Selaku mitra pemerintah yang dipercayakan untuk memonitoring jalannya pembayaran hak-hak guru, PGRI kembali mengeluarkan himbauan bagi anggotanya.

Sesuai informasi yang diterima Mangrove.id, Jumat (19/4/2024), beberapa hal yang disampaikan, diantaranya;

  1. Hasil koordinasi Sekretaris PGRI dengan pihak BRI dan Bank Papua, Jumat, 19 April 2024 pukul 13.55 WIT terkait kekurangan dana tunjangan profesi guru (TPG) dari Bank Papua sudah diterima BRI pukul 14.27 WIT dan segera diproses untuk disalurkan.
  2. Menghargai profesionalitas kerja petugas BRI dalam penyaluran TPG ke rekening bapak/ibu.
  3. Jika TPG dibayarkan tidak sesuai dengan tahun lulus atau ada yang menerima belum lengkap triwulannya ini persoalan teknis kerja bank.
  4. Jika ada persoalaan yang bukan ranah kerja bank jangan ditanyakan ke pihak Bank Papua atau BRI, tetapi ditanyakan ke pihak dinas atas nama pak A. Masrur, sehingga tidak menghambat kinerja bank. Misalnya: pembayaran TPG tidak sesuai dengan SKTP atau lainnya.
  5. Jangan membuat kegaduhan hanya karena mendapatkan informasi yang tidak lengkap atau simpang siur.
  6. BRI akan menyampaikan kepada PGRI jika ada hal-hal yang sekiranya perlu disampaikan kepada penerima TPG.
  7. Terima kasih untuk perhatian dan kerjasamanya.

Menyusul himbauan tersebut, Ketua PGRI Teluk Bintuni, Simon Kambia mengingatkan seluruh anggotanya tentang menjaga Etika Profesionalisme Guru sesuai UU No. 14 Tahun 2005  tentang Guru dan Dosen, bagian ke-19 yaitu Organisasi Profesi dan Kode Etik Guru pasal 41 – 44.

Ia mengimbau, semua guru yang tergabung dalam guru tersertifikasi, untuk selalu menjaga etika menyampaikan usul, saran dan pendapat secara santun dan berwibawa baik terhadap sesama komunitas guru, pihak bank maupun pihak dinas pendidikan.

“Mengingat bahwa sikap memilih tinggal di rumah dan tidak kerja kurang lebih 15 hari ini, tentunya juga telah menyimpang dari Etika Profesi Guru dimaksud dalam Kode Etik Guru,” tegas Kambia.

Berkaitan dengan itu, ia mengajak, semua anggotanya untuk menjaga segala upaya yang dilakukan, agar tidak terjebak dari niat baik PGRI, dalam memperjuangkan hak-hak guru.

Terkait dengan proses pembayaran hak-hak yang sedang berlangsung dari pihak bank, ia mengimbau, seluruh guru harus mulai berpikir secara manusiawi dari sikap memilih tinggal di rumah, yang akhirnya mengakibatkan siswa-siswi tidak bisa maksimal belajar.

“Secara tidak sengaja sikap kita ini sudah, dan telah mengorbankan peserta didik,” pungkas Kambia. (wanma)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 213 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sase Kagum dengan Keterampilan Bahasa Asing Siswa Harmoni School

8 Juni 2026 - 16:22 WIB

Wondama Sabet Medali Terbanyak di Turnamen Tenis Piala Gubernur Cup Papua Barat 2026

12 Mei 2026 - 13:08 WIB

Tim Tenis Wondama raih gelar kemenangan terbanyak di Turnamen Tennis Piala Gubernur Cup Papua Barat 2026.

Cinnamon TC Sabet 5 Gelar Juara di Gubernur Cup PB, Dorong Legalitas Klub dan Pembinaan Atlit

12 Mei 2026 - 13:01 WIB

Gubernur: Pramuka Harus Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembinaan Karakter

7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Sambut HUT SMA Negeri 1 Bintuni, Pelajar SD dan SMP Ikuti Lomba Cerdas Cermat

29 April 2026 - 06:07 WIB

Pemimpin SMK Taruna Kasuari Harus Berlatar Belakang Militer, Sase Beri Penjelasan

24 April 2026 - 13:52 WIB

Trending di Pendidikan
error: Content is protected !!