Menu ✖

Mode Gelap

Hukum dan Kriminal · 29 Jul 2022 13:41 WIB ·

Transformasi Penegakkan Hukum, Kajati Papua Barat: Tajam ke Atas, Tumpul ke Bawah


 Kajati Papua Barat, Juniman Hutagaol, SH, MH (kiri) menerima hibah satu unit kendaraan roda empat dari Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw, MT. Perbesar

Kajati Papua Barat, Juniman Hutagaol, SH, MH (kiri) menerima hibah satu unit kendaraan roda empat dari Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw, MT.

Mangrove.id| Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Juniman Hutagaol, SH, MH menyatakan, Kejaksaan Republik Indonesia saat ini tengah berupaya secara maksimal memenuhi rasa keadilan rakyat kecil terkait penegakkan hukum yang hakiki.

Kajati mengungkapkan, rasa keadilan yang sering dituntut rakyat kecil, adalah penegakkan hukum yang adil atau dengan kata lain haruslah ‘tajam ke atas dan tumpul ke bawah’.

“Dengan Peraturan Kejaksaan RI No 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, maka ini menjadi momentum bagi perubahan wajah penegakkan hukum di Indonesia,” ujar Kajati dalam sambutannya di acara peresmian rumah keadilan restoratif Bumi Sisar Matiti, Manimeri, Senin (25/7/2022).

Kajati menuturkan, dengan inovasi Kejaksaan tentang ‘wajah baru’ penegakkan hukum ini dipastikan tidak ada lagi kasus seperti, kasus Nenek Minah atau Kakek Samirin yang diproses hingga ke ‘Meja Hijau’.

Lanjut Kajati, tidak ada lagi penegakkan hukum yang hanya melihat kepastian hukumnya saja, dan tidak ada lagi hukum yang ‘tajam ke bawah, dan tumpul ke atas’.

“Malah, kita berupaya untuk membalikkan, ‘tajam ke atas, dan tumpul ke bawah’,” tegas Kajati.

Ditambahkan Kajati, dengan berlakunya konstitusi ini maka setiap Jaksa khususnya di wilayah hukum Kejati Papua Barat dituntut untuk mengedepankan hati nuraninya dalam menangani setiap perkara pidana.

Dalam prakteknya, Kajati menyebut bahwa ada sejumlah kasus yang ditangani pihaknya, mengedepankan penegakkan hukum berdasarkan ketentuan undang-undang. Namun, Kajati menilai hal itu justru menciderai rasa keadilan masyarakat.

“Kami tak henti-hentinya, mendorong seluruh Kejaksaan Negeri di wilayah Kejaksaan Tinggi Papua Barat agar dapat menerapkan penegakkan hukum berdasarkan keadilan restoratif. Akan tetapi, dalam penerapannya harus sejalan dengan amanat undang-undang,” pungkas Kajati. (Wanma)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menanti Penetapan Tersangka Korupsi di Balai Gakkum LHK Maluku-Papua

26 September 2026 - 20:08 WIB

Advokad dan Konsultan Hukum, Rustam SH., CPCLE

Kejati Pabar Geledah Kantor Balai Gakkum LHK Wilayah Maluku-Papua

17 September 2026 - 17:49 WIB

Polda Pabar Diadukan ke Mabes Polri Soal Pemalsuan Surat Oknum BP Berau

3 September 2026 - 20:44 WIB

Kejati Pabar Tingkatkan Status Perkara Dugaan Korupsi di Balai Gakum LHK Maluku-Papua

2 September 2026 - 12:13 WIB

Polisi Gagalkan Penyelundupan 15 Ton BBM di Masni

27 Agustus 2026 - 07:45 WIB

Kesepakatan Baru, Oknum Anggota DPRK Teluk Bintuni Diberi Kelonggaran Lunasi Utang

25 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Trending di Hukum dan Kriminal
error: Content is protected !!