Menu

Mode Gelap

Info Tanah Papua · 5 Agu 2026 10:13 WIB ·

Yohannes Akwan Minta Autopsi dan Rekonstruksi 3D Ungkap Kematian Yanto Idorway


 Yohannes Akwan Minta Autopsi dan Rekonstruksi 3D Ungkap Kematian Yanto Idorway Perbesar

MANOKWARI, mangrove.id| Kuasa hukum almarhum Yanto Idorway meminta penyidik mengedepankan pembuktian ilmiah dalam mengungkap penyebab kematian kliennya.

Mereka menilai hasil autopsi akan menjadi kunci untuk menjelaskan apakah kematian tersebut terjadi secara wajar atau terdapat faktor lain yang harus didalami melalui proses penyelidikan.

Yohannes Akwan, S.H., M.A.P., M.H., salah satu kuasa hukum keluarga korban, mengatakan masih terdapat sejumlah pertanyaan yang belum terjawab jika dikaitkan dengan kondisi tempat kejadian perkara (TKP), karakter arus sungai, serta kondisi fisik korban saat ditemukan.

“Kami berharap hasil autopsi mampu menjelaskan penyebab kematian secara ilmiah. Ada sejumlah keraguan yang hanya dapat dijawab melalui penyelidikan yang profesional dan berbasis bukti,” kata Yohannes kepada wartawan.

Menurut dia, penyidik perlu membangun konstruksi perkara berdasarkan fakta ilmiah, bukan asumsi. Karena itu, seluruh rangkaian penyelidikan harus dilakukan secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Yohannes juga meminta Kapolres Pegunungan Arfak tidak terburu-buru menyampaikan dugaan atau kesimpulan kepada publik selama penyelidikan masih berlangsung.

“Publik tentu memiliki perhatian besar terhadap perkara ini.

Karena itu, sebaiknya semua pihak menunggu hasil penyelidikan yang lengkap sebelum menyampaikan kesimpulan resmi.

Hal itu penting untuk menjaga objektivitas proses hukum,” ujarnya.

Selain menunggu hasil autopsi, pihak keluarga meminta dilakukan rekonstruksi ulang di lokasi kejadian dengan memanfaatkan teknologi pemodelan tiga dimensi (3D).

Menurut Yohannes, rekonstruksi digital dapat membantu penyidik melihat kembali alur peristiwa secara lebih utuh.

Ia juga meminta Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polda Papua Barat dilibatkan dalam olah tempat kejadian perkara guna memastikan seluruh bukti terdokumentasi secara komprehensif.

“Kami meminta rekonstruksi ulang TKP menggunakan teknologi tiga dimensi dengan melibatkan Inafis Polda Papua Barat.

Langkah ini penting agar penyidik memperoleh gambaran yang utuh mengenai rangkaian peristiwa,” katanya.

Yohannes berharap Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak, dan Pemerintah Kabupaten Manokwari memberikan dukungan terhadap Polda Papua Barat apabila diperlukan fasilitas teknis untuk rekonstruksi tersebut.

Menurut dia, pengungkapan perkara yang berbasis bukti ilmiah merupakan bagian penting dalam mewujudkan kepastian hukum sekaligus menjawab pertanyaan publik mengenai penyebab kematian Yanto Idorway.

“Yang kami minta sederhana, yaitu penyelidikan yang objektif, profesional, dan berbasis pembuktian ilmiah agar penyebab kematian dapat diungkap secara terang dan memberikan kepastian hukum bagi keluarga maupun masyarakat,” kata Yohannes. (*)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Latihan Perdana di Kantor Gubernur, Tim Pelatih Optimis Paskibraka Akan Tampil Sempurna

5 Agustus 2026 - 10:06 WIB

Klasis GKI Teluk Bintuni Apresiasi Program TNI-AD

25 Juli 2026 - 07:26 WIB

Aksi Komunitas Cenderawasih Peduli Papua di HAN 2026, Sentuh Pasien Anak RSUD Jayapura

23 Juli 2026 - 10:55 WIB

Aksi Komunitas Cenderawasih Peduli Papua di HAN 2026, Sentuh Pasien Anak di RSUD Jayapura

23 Juli 2026 - 10:38 WIB

Ombudsman Dorong Penyelesaian Air Bersih di Kabupaten Bintuni

1 Juli 2026 - 13:42 WIB

Kontingen Aceh Tinggalkan ‘Jejak Hijau’ di Pulau Mansinam: Ikatan Emosional Dua Daerah

26 Juni 2026 - 20:53 WIB

Trending di Info Tanah Papua
error: Content is protected !!