
TELUK BINTUNI, Mangrove.id| Calon Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Daniel Asmorom mendapat banyak sekali keluhan mendasar dari masyarakat saat melakukan kampanye ke Distrik Aranday dan Distrik Tomu, Kamis (17/10).
Keluhan yang disampaikan masyatakat itu rata-rata adalah keluhan dasar pembangunan, seperti pembangunan infrastruktur.
Seperti yang dikeluhkan Halima Inai, Tokoh Perempuan Distrik Tomu. Menurutnya, kekayaan alam di Teluk Bintuni justru tak mereka nikmati dalam bentuk pemerataan pembangunan.
“Ada pemerintah, ada juga perusahaan migas, tapi bapa lihat waktu masuk ke sini (Tomu), tempat ini seperti daerah tertinggal,” ungkap Halima dengan lantang.
Bagi dia dan warga lainnya, kehadiran Daniel Asmorom dan Alimudin Baedu adalah orang tua bagi mereka orang asli Papua dan suku nusantara.
“Sebagai orang tua, kami minta tolong perhatikan kami. Sebagai orang Papua kami pun akan memilih bapa berdua untuk mengakhiri penderitaan kami,” ujar Halima sembari menyerukan masyarakat untuk memilih sosok yang dapat membawa perubahan bagi Teluk Bintuni.
“Kalau DAMAI terpilih nanti, kami minta satu lokasi khusus untuk pemakaman umum,” sambungnya.
Seorang warga lainnya lalu mengingatkan agar jika nantinya DAMAI dipercaya memimpin Teluk Bintuni, telong berikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
“Nanti kalau Bapak sudah duduk dan lihat masyarakat datang, tolong dilayani. Kasihan mereka datang jauh-jauh dari kampung, jangan sampai tidak mendapat pelayanan,” tambahnya. (wanma)


































Hari ini : 196
Kemarin : 846
Total Kunjungan : 164925
Hits Hari ini : 1289
Who's Online : 7