KOTA SORONG, Mangrove.id| Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Barat Daya, didatangi ribuan massa aksi, yang sebelumnya melakukan longmarch dari Sekretariat Partai Demokrat, Kota Sorong, PBD, Senin (9/9/2024).
Ribuan massa yang mengklaim pendukung pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua Barat Daya, Abdul Faris Umlati – Petrus Kasihiw ini, berunjuk rasa imbas keputusan Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya (MRP-PBD) No. 10/MRP.PBD/2024 tanggal 6 September 2024.
Dalam pernyataannya, massa aksi meminta kepada pihak KPU PBD agar mengabaikan rekomendasi MRP-PBD yang dianggap tidak adil melakukan verifikasi atas keaslian Orang Papua kepada pasangan ARUS.
Dalam aksinya, sejumlah perempuan asli Papua pun menegaskan bahwa darah dan air susu Ibu Papua mengalir di pasangan kontraversi ARUS itu.
“Rekomendasi MRP hanya cara menjegal ARUS dan itu keliru. Sekali lagi AFU adalah orang asli Papua yang moyangnya adalah orang Papua,” ujar salah satu keluarga Sanoy.
Menggunakan ikat kepala merah, massa aksi ini siap memperjuangkan jagoannya agar bisa diakomodir oleh KPU PBD.
Usai melakukan orasi, massa aksi ditemui komisioner KPU PBD dan menerima aspirasi massa aksi. Sementara massa aksi masih bertahan di luar kantor KPU dengan penjagaan ketat pihak kepolisian yang memblokade lokasi dengan pagar kawat duri. (tim)

































Hari ini : 205
Kemarin : 846
Total Kunjungan : 164934
Hits Hari ini : 1373
Who's Online : 3