Menu

Mode Gelap

Politik · 24 Sep 2024 08:19 WIB ·

Tekad ARUS Untuk Buktikan Kemampuan Keturunan Mama Asli Papua di PBD


 Paslon ARUS saat mengikuti pengundian nomor urut di KPU PBD. Dari pengundian ini, paslon ARUS mendapatkan nomor urut 1. Perbesar

Paslon ARUS saat mengikuti pengundian nomor urut di KPU PBD. Dari pengundian ini, paslon ARUS mendapatkan nomor urut 1.

KOTA SORONG, Mangrove.id| Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Daya nomor urut 1 Abdul Faris Umlati – Petrus Kasihiw, siap bertarung di Pilkada serentak, 27 November 2024 mendatang.

Paslon dengan jargon ARUS ini, bertekad kuat akan membuktikan kepada masyarakat bahwa keturunan perempuan asli papua, mampu membangun provinsi termuda ini.

“Kami ini lahir dari rahim perempuan asli papua, akan kami buktikan ketika mendapat amanah dari rakyat maka Papua Barat Daya akan maju dan berkembang,” kata AFU kepada awak media di kediamannya, Senin (23/9/2024).

Sementara pasangannya, Pit Kasihiw menegaskan, ia dan AFU jangan diragukan soal kepemimpinan, karena sudah berpengalaman sebagai bupati dua periode di Kabupaten Raja Ampat dan Teluk Bintuni.

Oleh sebab itu, pasangan ARUS sudah berkomitmen untuk menyatukan perbedaan sesuai slogan ARUS yaitu SATU UNTUK PAPUA BARAT DAYA, PAPUA BARAT DAYA UNTUK SATU dan SATU UNTUK SEMUA.

“Saya dan Cagub Pak Faris sudah sudah untuk jadi pelayan bukan penguasa, kami siap melayani masyarakat Papua Barat Daya,” ucap Pit Kasihiw.

Di kesempatan ini, Pasangan ARUS menyampaikan terima kasih kepada seluruh mama-mama Papua yang sudah berdoa dengan air mata dan juga semua simpatisan yang telah mengawal sampai Tuhan merestui ARUS ditetapkan secara resmi sebagai kontestan di Pilkada PBD 2024.

“Artinya, itu sudah menggerakkan hati orang yang mengambil kebijakan sehingga saya dan pak Cagub sudah sampai di tahapan ini. Terima kasih untuk semua pihak, mari kita jadi satu untuk Papua Barat Daya dan Papua Barat Daya untuk satu,” pungkasnya.

AFU – Petrus adalah pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubenur Papua Barat Daya yang lahir dari rahim perempuan asli papua, yang ditolak Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya.

Menurut MRP-PBD, pasangan AFU – Pit Kasihiw tidak berdasarkan dari garis keturunan ayah atau patrilineal. Sementara, dalam UU Otsus sangat jelas mengakui OAP dari garis keturunan ibu atau matrilineal. (tim/wanma)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ma’dika Ketua DPC PDI Perjuangan Bintuni, Markus Waran Ingatkan Kerja Sesuai Koridor

26 November 2025 - 15:00 WIB

Yohanis Manibuy di Konfercab PDI-P : Parpol Itu Jembatan Asmara

26 November 2025 - 09:27 WIB

Golkar Tetapkan Mujiburi Anshar Gantikan Alm. Arius Kemon di DPRK Bintuni

18 November 2025 - 15:03 WIB

Besok Sugandi Resmi Jabat Wakil Ketua, Sejumlah Menteri Beri Ucapan

25 Juni 2025 - 15:29 WIB

Reses di Waraitama, Ma’dika Terima Aspirasi Soal Irigasi dan Air Bersih

5 Juni 2025 - 21:23 WIB

Manu Horna: Hak Politik Saya sebagai OAP 7 Suku Telah Dirampas

27 Februari 2025 - 18:53 WIB

Trending di Politik
error: Content is protected !!