Menu ✖

Mode Gelap

Pemerintahan · 13 Jul 2022 14:27 WIB ·

Sikapi Kekerasan Perempuan dan Anak, Semua Pihak Diminta Sinkron


 Kepala Dinas P3A Papua Barat, Elsina Sesa saat membuka kegiatan secara simbolis dengan menabuh tifa. Perbesar

Kepala Dinas P3A Papua Barat, Elsina Sesa saat membuka kegiatan secara simbolis dengan menabuh tifa.

Mangrove.id| Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan peningkatan kapasitas tenaga pengelola sistem terpadu data kekerasan perempuan dan anak se-Provinsi Papua Barat tahun 2022, di gedung Woman and Child Centre (WCC) Bintuni, Rabu(13/7/2022).

Kegiatan selama dua hari ini, dibuka Kepala Dinas P3A Papua Barat, Elsina Y. Sesa yang didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Teluk Bintuni, Jane Fimbay serta para pejabat di lingkup internal, dan disaksikan pula para peserta.

Dalam sambutannya, Sesa menuturkan, ketersediaan data kekerasan perempuan dan anak, diperlukan suatu sistem pencatatan pelaporan yang akurat yang dapat mendukung penyediaan informasi dalam proses pengambilan keputusan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

“Kebijakan program kegiatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai sarana yang dapat menjembatani ketersediaan data pusat dan daerah secara berkelanjutan,” tambah Sesa.

Dikatakan Sesa, Pemerintah telah berupaya membangun sistem data kekerasan perempuan dan anak secara online yang bisa diakses oleh semua unit layanan penanganan korban kekerasan perempuan dan anak di tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota secara up to date, real time dan akurat yakni, Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simponi PPA).

“Oleh karena itu, pelatihan yang dilaksanakan saat ini adalah upaya memberikan layanan yang komprehensif kepada korban kekerasan dalam pencatatan dan pelaporan melalui Simponi PPA,” jelasnya.

Dengan adanya dukungan dan ketersediaan data kekerasan perempuan dan anak, Sesa menyatakan, akan memberikan gambaran yang jelas tentang posisi, kondisi dan kebutuhan perempuan dan anak dalam menelaah permasalahan tingkat kekerasan.

Oleh karenanya, Sesa mengajak semua pihak untuk merespon setiap masalah yang terjadi kedepannya, dengan mencari solusi yang baik sehingga tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat di tekan.

“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan efek positif guna meningkatkan kapasitas tenaga pengelola sistem terpadu data kekerasan perempuan dan anak,” pungkas Sesa. (Susi)

Artikel ini telah dibaca 173 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dr. Elisa Kurube Gaungkan “Setiap Rumah Adalah Sekolah dan Setiap Orang Adalah Guru” di Rakor Pendidikan

18 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Lantik Tiga Kepala Kampung, Bupati Anisto Ingatkan Soal Pengabdian

10 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Bupati Resmikan Rumah Singgah dan Ruang Kelas Baru di Yakati

9 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Kunker Bupati Anisto ke Moyeba, Pemulihan Pendidikan Jadi Atensi Pemerintah

8 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Kantor Kesbangpol Papua Barat Dinilai, Momentum Tingkatkan Kebersihan dan Kedisiplinan

6 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Pemkab Wondama dan Unipa Mantapkan Komitmen di Bidang Pembangunan SDM

3 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Trending di Pemerintahan
error: Content is protected !!