Mangrove.id| Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan peningkatan kapasitas tenaga pengelola sistem terpadu data kekerasan perempuan dan anak se-Provinsi Papua Barat tahun 2022, di gedung Woman and Child Centre (WCC) Bintuni, Rabu(13/7/2022).

Kegiatan selama dua hari ini, dibuka Kepala Dinas P3A Papua Barat, Elsina Y. Sesa yang didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Teluk Bintuni, Jane Fimbay serta para pejabat di lingkup internal, dan disaksikan pula para peserta.
Dalam sambutannya, Sesa menuturkan, ketersediaan data kekerasan perempuan dan anak, diperlukan suatu sistem pencatatan pelaporan yang akurat yang dapat mendukung penyediaan informasi dalam proses pengambilan keputusan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.
“Kebijakan program kegiatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai sarana yang dapat menjembatani ketersediaan data pusat dan daerah secara berkelanjutan,” tambah Sesa.
Dikatakan Sesa, Pemerintah telah berupaya membangun sistem data kekerasan perempuan dan anak secara online yang bisa diakses oleh semua unit layanan penanganan korban kekerasan perempuan dan anak di tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota secara up to date, real time dan akurat yakni, Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simponi PPA).
“Oleh karena itu, pelatihan yang dilaksanakan saat ini adalah upaya memberikan layanan yang komprehensif kepada korban kekerasan dalam pencatatan dan pelaporan melalui Simponi PPA,” jelasnya.
Dengan adanya dukungan dan ketersediaan data kekerasan perempuan dan anak, Sesa menyatakan, akan memberikan gambaran yang jelas tentang posisi, kondisi dan kebutuhan perempuan dan anak dalam menelaah permasalahan tingkat kekerasan.
Oleh karenanya, Sesa mengajak semua pihak untuk merespon setiap masalah yang terjadi kedepannya, dengan mencari solusi yang baik sehingga tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat di tekan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan efek positif guna meningkatkan kapasitas tenaga pengelola sistem terpadu data kekerasan perempuan dan anak,” pungkas Sesa. (Susi)

































Hari ini : 388
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164271
Hits Hari ini : 1030
Who's Online : 7