BINTUNI, Mangrove.id| Pembangunan pelabuhan/dermaga Tofoi, distrik Sumuri kabupaten Teluk Bintuni yang dimulai tahun 2020, saat ini sudah mencapai 85 persen.

Ditargetkan, proyek multiyears yang menggunakan APBD Teluk Bintuni senilai Rp 65 miliar lebih ini, sudah bisa beroperasi pada bulan Juni 2024 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Teluk Bintuni, Viktor (Viki) Ririhena kepada wartawan, mengungkapkan, pihaknya tengah fokus menggenjot beberapa item pekerjaan yang bersifat insidentil.

“Contoh, plengsengannya yang harus kami sesuaikan dengan ketinggian air yang paling surut. Sebab, pasti ada suatu saat kondisi airnya akan seperti itu, dan kebutuhan masyarakat harus terlayani,” ujar Viki, Kamis (7/3/2024).
Disamping perhitungkan kekuatan konstruksi, ia menyebut, pihaknya juga intens memperhatikan estetika pelabuhan tersebut.

Untuk itu, pihak kontraktor terus diingatkan soal prosedur pelaksanaannya, sesuai master plan pelabuhan tersebut.
Lanjut dikatakan Viki, sebagaimana master plan dermaga Tofoi sebagaimana perintah Bupati Teluk Bintuni, bahwa dermaga ini akan difungsikan untuk memfasilitasi kapal Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) secara reguler.
Dimana, dalam operasionalnya, kapal tersebut secara rutin dan terjadwal akan melayani kebutuhan masyarakat baik transportasi orang maupun barang.
“Rencananya, rute kapal ini betul-betul regular. Tidak menunggu,” ucapnya.
Dengan sudah beroperasinya dermaga Tofoi, ia mengklaim akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi khususnya di wilayah Sumuri.
Sebab, masyarakat setempat, utamanya para pelaku usaha akan dimudahkan dengan layanan transportasi laut yang efektif dan efisien.
“Hanya dengan ketersediaan fasilitas pelabuhan maupun bandara yang memadai, tentu akan memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di suatu daerah,” pungkasnya. (wanma)
































Hari ini : 522
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164405
Hits Hari ini : 2099
Who's Online : 6