Menu

Mode Gelap

Berita Daerah · 5 Des 2025 21:55 WIB ·

Praktisi Jadi Penilai, Praktik Table Manner Hospitality P2TIM Sajikan Menu Eropa


 Siswa P2TIM bidang Hospitality saat menggelar praktik penyajian menu khas eropa. Perbesar

Siswa P2TIM bidang Hospitality saat menggelar praktik penyajian menu khas eropa.

BINTUNI, mangrove.id| Praktisi perhotelan turut di undang menjadi tim penilai dalam gelaran praktik table manner hospitality P2TIM angkatan 19 yang digelar pada rabu (26/11/2025). Tak hanya praktisi, alumni P2TIM, tenaga pendidik, aktivis pendidikan hingga masyarakat umum juga dilibatkan sebagai tim untuk menilai 4 menu khas eropa, yang disajikan.

Training Centre Manager Petrotekno, Tyas Rangga Kristianto, menyebut empat menu khas eropa itu adalah
Sweet Corn Cream Soup, Warm Potato Salad, Chicken Beurre Blanc Sauce, Bread & Butter Pudding, serta coffee or tea.

Dalam praktik tersebut, para siswa menampilkan kemampuan lengkap sesuai kompetensi dibidang perhotelan. Mereka berperan sebagai instruktur yang menjelaskan menu dan tata cara makan, pelayan yang menyajikan hidangan, barista, serta tim dapur yang menyiapkan makanan bersama para chef.

“Praktik ini merupakan agenda rutin stiap angkatan. Tujuannya selain melatih kemampuan, juga memperlihatkan kepada masyarakat perkembangan kompetensi peserta didik,” ungkapnya.

Pada kegiatan tersebut, P2TIM secara khusus mengundang penilai dari luar lembaga. Menurut Tyas, langkah tersebut dilakukan agar pembelajaran di P2TIM dapat dinilai secara objektif dan transparan.

“Kita ingin membuka diri, lebih mengenalkan ke masyarakat luar tentang sebenarnya di P2TIM itu belajar apa saja dan bekal apa yang kita berikan. Supaya masyarakat lebih melihat secara objektif,” jelasnya.

Sebelum tampil dalam praktik table manner, siswa telah melalui berbagai tahapan pembelajaran mulai dari teori hingga praktik langsung. Bahkan, mereka menjalani magang di hotel, restoran, atau kafe sebagai persiapan menuju asesmen akhir.

“Lama pelatihannya tiga bulan, kemudian beberapa hari untuk asesmen. Total sekitar tiga setengah bulan,” sambungnya.

Sejak berdiri, P2TIM telah meluluskan hampir 1.800 peserta dari 18 angkatan. Sekitar 60 persen di antaranya telah bekerja, baik di Papua, luar Papua, maupun di luar negeri. Salah satu alumni bahkan bekerja di Brunei.

“Yang belum bekerja, tentu akan kita gali lagi apa alasannya. Tapi dari sisi pelatihan, kita sudah berikan semaksimal mungkin, baik hard skill maupun soft skill,” tambahnya. (len/rls)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PELAYANAN DASAR BUKAN SEKEDAR LAYANAN, TAPI HAK MUTLAK

11 Agustus 2026 - 11:58 WIB

CTMC Sukses Gelar Fun Games Tennis, Wadah Penjaringan Atlit Usia Dini

10 Agustus 2026 - 10:56 WIB

MATA UANG YANG BERNAMA KEPERCAYAAN

7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Hakim Nyatakan Permohonan Prapid Fitri Arniati Terkait BKMT Pabar ‘Tak Dapat di Terima’

4 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Polres Bintuni Ganti Penyidik di Kasus Dugaan Penipuan Oknum Anggota DPRK

4 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Merasa Jalan “Ditempat”, Kuasa Hukum PT. ADK Mengadu ke Mabes Polri

4 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Advokad dan Konsultan Hukum, Rustam SH., CPCLE
Trending di Berita Daerah
error: Content is protected !!