BINTUNI, Mangrove.id| Politik sejatinya adalah seni yang harus dipraktekkan oleh orang-orang cerdas dan memiliki peradaban maju.
Politik juga harus dimanfaatkan sebagai alat untuk mencetak generasi pemimpin berikut yang baik dan amanah, demi kesejahteraan rakyat.
“Politik itu seni yang harus dimainkan oleh orang-orang yang berpikir waras, yang berintegritas, yang bermartabat. Jangan sampai karena politik kita terpecah belah,” ucap Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw kepada wartawan di Bintuni, Jumat (16/8/2024).
Bupati menuturkan, dirinya sudah memberikan contoh tentang peradaban politik yang maju di Teluk Bintuni. Dimana, dalam masa kepemimpinannya bersama Matret Kokop, tidak ada istilah politik balas dendam.
“Saya sudah berusaha keras untuk memberikan contoh yang baik, dengan merangkul semua pihak yang dulu berbeda politik,” kata Bupati.
Di masa politik saat ini, Bupati sangat berharap semua pihak, khususnya para calon kandidat, simpatisan dan pendukung untuk menciptakan pemilu yang sejuk.
Bahkan Bupati berpesan, para calon kandidat, simpatisan dan pendukung sebisa mungkin memberikan edukasi-edukasi politik kepada masyarakat.
“Semua yang maju dan berpeluang maju ini adalah putra-putra terbaik Teluk Bintuni. Entah dia dari gunung kah, dia dari pantai kah. Atau dia berdarah campuran kah atau asli Papua kah, semua adalah putra-putra terbaik,” lugasnya.
Soal hasil pemilu nanti, Bupati mengajak semua pihak untuk menahan diri, menunggu waktunya ketika rakyat memilih pemimpin untuk waktu lima tahun ke depan.
“Kita serahkan sama rakyat yang memilih. Walau kita yang merencanakan, tapi rakyat yang menentukan atas petunjuk dari Yang Maha Kuasa,” jelasnya.
Bupati juga berharap, khusus kepada para calon kandidat, supaya mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi yang santun, demokrasi yang berkualitas, yang tidak menyebarkan fitnah-fitnah atau memprovokasi sehingga terjadi kekisruhan.
Bakal calon wakil gubernur Papua Barat Daya ini mengajak, para pihak yang terlibat politik, harus bisa menjaga serta merawat kemajemukan yang ada di tanah Sisar Matiti.
“Saya mengajak kita semua menjaga hubungan kekerabatan, kekeluargaan kita sebagai masyarakat Tujuh Suku, masyarakat suku Papua dan masyarakat Nusantara yang ada di Teluk Bintuni,” tandas Bupati.
“Mari kita jaga perbedaan kita. Sedikit perbedaan pendapat itu wajar-wajar saja, tetapi ketika ada keputusan nanti di KPU atau sampai di MK, kita wajib junjung tinggi. Sebab itu adalah wujud penghargaan kita terhadap demokrasi,” tutupnya. (wanma)

































Hari ini : 397
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164280
Hits Hari ini : 1203
Who's Online : 3