BINTUNI, Mangrove.id| Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Teluk Bintuni periode 2024-2029, Daniel Asmorom – Alimudin Baedu yang dikenal dengan jargon DAMAI, terus mendapat dukungan.
Bagaikan magnet, pasangan DAMAI mampu menarik simpati banyak orang, dari berbagai latar belakang. Alasannya, DAMAI dinilai menjadi pasangan yang sangat ideal di Pilkada Teluk Bintuni.
Dimana, Daniel Asmorom mewakili kalangan masyarakat adat Asli Tujuh Suku, dan Alimudin Baedu mewakili kalangan masyarakat Suku Nusantara.
Tak hanya itu, pasangan DAMAI juga dinilai banyak kalangan, memiliki rekam jejak yang baik dan sarat pengalaman di dunia politik maupun pemerintahan.
Tercatat, Daniel Asmorom merupakan politikus kawakan yang pernah menduduki jabatan Pimpinan DPRD Teluk Bintuni selama tiga periode dan Anggota DPRD Papua Barat selama satu periode.
Sementara, Alimudin Baedu merupakan PNS senior di Pemda Teluk Bintuni yang cakap di bidang perencanaan, dan menjabat Kepala Bappeda Teluk Bintuni selama tiga periode kepemimpinan Kepala Daerah.
“Pasangan DAMAI adalah pasangan ideal yang memiliki rekam jejak yang tidak diragukan lagi. Dan DAMAI punya kapasitas yang lebih. Bapak Daniel seorang politikus, dan bapak Alimudin seorang birokrat,” ucap Tokoh Pemuda Argosigemerai, Parjan kepada wartawan, Senin (9/9/2024).
Ia mengatakan, perpaduan OAP Tujuh Suku dan Nusantara yang melekat pada pasangan DAMAI, menjadi satu tanda kebersamaan tanpa memandang perbedaan untuk Teluk Bintuni yang lebih baik.
“Ini menjadi salah satu bukti bahwa untuk membangun kabupaten Teluk Bintuni, harus bersama tanpa memandang perbedaan,” ucapnya.
Dengan perkembangan yang ada wilayahnya, dia sangat optimis pasangan DAMAI akan unggul di Argosigemerai. Karena, antusias masyarakat yang menyatakan dukungan kepada pasangan ini, terus bertambah dari hari ke hari.
“Masyarakat dengan sukarela menyatakan dukungan. Semakin bertambah, saat tim memperkenalkan pasangan DAMAI,” sebutnya.
Saat-saat mempromosikan pasangan DAMAI ke warga, ia mengutarakan, pihaknya selalu menyelip pesan-pesan kamtibmas, utamanya mengingatkan warga untuk berpolitik secara santun dan sejuk.
Menurutnya, politik harus menjadi ajang pertarungan ide dan gagasan, serta strategi demi tujuan meraup suara sebanyak mungkin. Bukan menjadi ajang untuk menyebar kebencian.
“Kami rutin mengimbau relawan agar selalu menghargai perbedaan pendapat dan pilihan. Karena itu hakikat demokrasi. Perbedaan politik itu hal biasa, tapi silaturahmi harus tetap dijaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan pergerakkan yang dilakukan pihaknya di lapangan, masyarakat cenderung inginkan program pemerintah bisa dilanjutkan. Dan pasangan DAMAI, diyakini mampu melakukannya.
“Dan kedepannya betul-betul menyentuh masyarakat secara luas, tanpa membeda-bedakan. Dan komitmen itu ada di pasangan DAMAI,” tutupnya. (wanma)
































Hari ini : 241
Kemarin : 867
Total Kunjungan : 177831
Hits Hari ini : 544
Who's Online : 7