Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 16 Nov 2025 21:29 WIB ·

Perjuangan ATLM Muda Dari Babo Untuk Jadi Pembaca Mikroskopi Malaria yang Andal


 Perjuangan ATLM Muda Dari Babo Untuk Jadi Pembaca Mikroskopi Malaria yang Andal Perbesar

Di antara hamparan hijau Dusun Kasira Babo Irarutu III, nama Arfian Safitri, Amd.Kes perlahan muncul sebagai salah satu generasi muda yang membawa harapan baru dalam dunia laboratorium medis.

Oleh: Asep Setiabudi

LAHIR dan besar di daerah yang jauh dari keramaian kota, Arfian Safitri, Amd.Kes membuktikan bahwa kualitas tidak ditentukan oleh asal, tetapi oleh kemauan belajar dan tekad untuk maju.

Perjalanan Arfian Safitri dimulai ketika ia menempuh pendidikan di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Maluku, mengambil jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) program DIII.

Setelah melewati proses panjang kuliah dan praktik, Arfian resmi menyandang Amd.kes pada tahun 2021. Tidak ingin menunda waktu, ia langsung mengambil langkah untuk kembali mengabdi pada tanah kelahirannya.

Begitu lulus, ia mengajukan lamaran ke Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni. Keberuntungan berpihak padanya—atau lebih tepatnya, kerja keras yang menemukan jalannya. Arfian Safitri, Amd.Kes diterima sebagai tenaga kontrak dinas kesehatan dan langsung ditugaskan di Farfurwar, sebuah wilayah kerja yang saat ini sedang mengalami peningkatan kasus malaria.

Di Farfurwar inilah Arfian Safitri, Amd.Kes mulai merasakan ritme pekerjaan yang sesungguhnya. Setiap hari ia berjibaku dengan pemeriksaan mikroskopis malaria, fokus pada setiap slide yang datang dari masyarakat di wilayahnya.

Tak hanya memeriksa, ia juga menyusun laporan bulanan dan mengirimkan slide-slide positif maupun negatif ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan uji silang. Sebagai ATLM (Ahli Tenaga Laboratorium Medik) muda, ia menyadari betul bahwa akurasi pemeriksaan malaria adalah kunci dalam penanganan kasus.

Ketika kabar mengenai Uji Kompetensi Mikroskopi Malaria yang akan diselenggarakan oleh International SOS dan difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Teluk Bintuni pada 13–15 November 2025 diumumkan, Arfian tidak menunggu lama. Tanpa ragu, ia mendaftarkan dirinya secara mandiri.

Selain Arfian, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari Dinas Kesehatan dan International SOS, sehingga suasana uji kompetensi terasa lebih berwarna dan penuh tantangan layaknya sebuah kompetisi profesional. Baginya, kesempatan meningkatkan kemampuan harus disambut dengan antusias, bukan ditunda.

Tiga hari pelaksanaan uji kompetensi menjadi pengalaman berharga. Arfian Safitri, Amd.Kes menjalani tahapan teori dan praktik dengan penuh konsentrasi. Ia sadar bahwa kemampuan mikroskopi malaria tidak cukup hanya “pernah belajar”, tetapi harus benar-benar terlatih dan terstandar.

Kerja keras itu terbayar. Pada akhir kegiatan, Arfian, Amd.Kes dinyatakan LULUS dan KOMPETEN sebagai pembaca mikroskopi malaria. Ia pun resmi berhak menerima sertifikat kompetensi dari LSP-PLMP (Lembaga Sertifikasi Profesi-Pranata Laboratorium Medik Presisi), sebuah pengakuan resmi atas keterampilan dan dedikasinya di bidang malaria.

Apa yang dilakukan Arfian bukan hanya menjadi prestasi pribadi. Ini adalah inspirasi bagi ATLM lain, terutama yang bekerja di daerah endemis. Arfian, Amd.Kes menunjukkan bahwa seorang ATLM tidak boleh berhenti belajar.

Dengan terus meng-upgrade kemampuan, mereka tidak hanya meningkatkan kualitas diri, tetapi juga berkontribusi besar dalam penyelamatan masyarakat dari penyakit berbahaya seperti malaria.

Arfian Safitri, Amd.Kes  adalah bukti bahwa tenaga kesehatan lokal pun bisa bersinar, selama ada niat, kerja keras, dan keberanian untuk mengambil peluang. Semoga kisah Arfian Safitri, Amd.Kes menjadi pemantik semangat bagi seluruh tenaga laboratorium medis di Indonesia untuk terus berkembang dan turut memperkuat upaya eliminasi malaria.

Belajar bukan sekadar kewajiban, tetapi bekal untuk melayani lebih baik. (*)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 133 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengadaan 3 Alkes, RSUD Bintuni Ajukan Proposal ke Pusat

14 November 2025 - 10:31 WIB

Kejar Target Layanan Cuci Darah, RSUD Bintuni Surati PERNEFRI

14 November 2025 - 10:28 WIB

Dua Dokter RSUD Bintuni Ukir Prestasi di Level Provinsi, Ketua LMA 7 Suku: Kami Bangga

14 November 2025 - 10:24 WIB

Prestasi Mentereng RSUD Bintuni, Joko Lingara: Jangan Lupakan Jasa Para Pendahulu

13 November 2025 - 09:31 WIB

Tokoh Adat dan Tokoh Agama, Apresiasi Perkembangan RSUD Bintuni

12 November 2025 - 21:20 WIB

Di HUT RSUD Bintuni ke-14, Dua Dokter Spesialis Rumah Sakit Terima Penghargaan Provinsi

12 November 2025 - 10:53 WIB

Trending di Kesehatan

Sorry. No data so far.

error: Content is protected !!