Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 16 Jul 2025 11:19 WIB ·

Mengenal Proyek Perubahan yang Diprakarsai Rheinhard C. Maniagasi


 Mengenal Proyek Perubahan yang Diprakarsai Rheinhard C. Maniagasi Perbesar

TELUK BINTUNI, Mangrove.id| ‘Reintegrasi untuk Pancasila’ menjadi judul pilihan proyek perubahan (proper) yang dirancang Rheinhard C. Maniagasi, S.STP,  sebagai peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IX di Pusatlatbang KMP Makassar Tahun 2025.

Rancangan proper tersebut sebagai upaya strategis dalam membina kembali simpatisan mantan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang telah menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui pendekatan ideologis, sosial, dan kultural, proyek ini berfokus pada pembentukan kesadaran kebangsaan berbasis nilai-nilai Pancasila serta mendorong keterlibatan aktif mereka dalam pembangunan daerah.

Dengan kolaborasi antara Badan Kesbangpol, Kodim 1806 Teluk Bintuni, Polres Teluk Bintuni, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Peridangkop dan UMKM,  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung serta Lembaga Masyarakat Adat (LMA) 7 Suku, dinilai dapat menciptakan ekosistem reintegrasi yang aman, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal.

Proyek ini bukan hanya menjadi gerakan rekonsiliasi, tetapi juga upaya konkret memperkuat jati diri kebangsaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dengan semangat Pancasila.

Dengan mengedepankan pendekatan kolaboratif lintas sektor, proyek ini bertujuan membangun ruang dialog, pemberdayaan sosial ekonomi, serta penguatan ideologi kebangsaan untuk mencegah radikalisasi ulang dan memperkuat kohesi sosial di wilayah perbatasan yang memiliki potensi konflik.

Rancangan proper berjudul “Reintegrasi Untuk Pancasila” juga merupakan respons strategis terhadap dinamika sosial di Kabupaten Teluk Bintuni, khususnya berkaitan dengan proses reintegrasi mantan simpatisan KKB ke dalam kehidupan bermasyarakat secara damai, bermartabat, dan berlandaskan Pancasila.

Meski begitu, terdapat tantangan yang dihadapi yakni: keterbatasan koordinasi lintas sektor, lemahnya pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan di kalangan eks simpatisan serta belum optimalnya program pemberdayaan pasca penyerahan diri.

Oleh karena itu, proyek ini dirancang untuk memperkuat peran Pemerintah Daerah, khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), dalam memfasilitasi sinergi antara Polres Teluk Bintuni, Kodim 1806/TB, Lembaga Masyarakat Adat Tujuh Suku, Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Tujuan Proyek Perubahan ‘Reintegrasi untuk Pancasila’

Tujuan proyek yang diprakarsai Rheinhard C. Maniagasi selaku inovator adalah membangun model reintegrasi kolaboratif berbasis nilai-nilai Pancasila yang dapat direplikasi di daerah lain. Strategi implementasi dilakukan melalui :

1. Identifikasi dan pemetaan eks simpatisan yang telah menyatakan kembali ke NKRI dan yang masih berada dalam pengaruh ideologi separatis.

2. Pendekatan edukatif dan persuasif melalui pembinaan wawasan kebangsaan, pelatihan keterampilan kerja, dan fasilitasi tempat tinggal layak huni.

3. Pemberdayaan ekonomi melalui program padat karya dan koperasi berbasis komunitas (misalnya : Koperasi Merah Putih).

4. Penguatan peran aktor lokal, khususnya tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh perempuan dalam menyuarakan perdamaian dan cinta tanah air.

Proyek ini didesain dalam kerangka “transformasi sosial melalui kepemimpinan kolaboratif”, sebagai bagian dari manifestasi nilai-nilai Asta Cita, terutama pada misi menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga.

Dengan pendekatan ini, diharapkan eks simpatisan KKB dapat bertransformasi menjadi warga negara yang produktif dan cinta tanah air, sehingga memperkuat ketahanan sosial, politik, dan keamanan daerah.

Rancangan ini juga sejalan dengan prioritas nasional dalam menjaga keutuhan NKRI, serta mendukung tujuan Asta Cita dalam memperkokoh jati diri bangsa melalui implementasi ideologi pancasila.

Terobosan Inovatif

A. Mendirikan Rumah Cinta Pancasila

1. Rumah Cinta Pancasila sebagai pusat edukasi ideologi wawasan kebangsaan dan dialog rekonsiliasi.

2. Fasilitas ini dilengkapi dengan ruang diskusi wawasan kebangsaan, bimbingan spiritual, serta akses informasi layanan pemerintah.

3. Melibatkan PNS, tokoh adat dan tokoh agama sebagai fasilitator serta mentor integrasi sosial.

4. Menjadi pusat dokumentasi, showcase hasil karya eks simpatisan KKB dan wadah membangun kembali identitas kebangsaan.

B. Tim Reintegrasi Untuk Pancasila

1. Pembentukan Tim Reintegrasi Untuk Pancasila Kabupaten Teluk Bintuni yang terdiri dari Badan Kesbangpol, Polres Teluk Bintuni, Kodim 1806/TB,  Dinas Sosial, Disnakertrans, Dinas Perkim, Dinas Perindagkop dan UMKM, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung serta LMA 7 Suku.

2. Kolaborasi antar instansi dalam melakukan pembinaan, pemberdayaan ekonomi dan pelayanan dasar bagi eks simpatisan KKB sebagi wujud kehadiran Negara pasca pengakuan/penyerahan diri Kembali ke NKRI.

3. Integrasi program ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD, Renstra dan RKPD.

Rencana implementasi proyek perubahan ini disusun secara bertahap untuk menjamin kesinambungan program dan memfokuskan sumber daya pada setiap fase pelaksanaan. Pentahapan dibagi menjadi jangka pendek, menengah, dan panjang.

Salah satu terobosan inovatif utama adalah pembangunan dan pengembangan ‘Rumah Cinta Pancasila’ sebagai pusat edukasi, dialog, dan pemberdayaan eks simpatisan.

Dengan pengalaman dalam beberapa tahun terakhir, simpatisan KKB telah menyerahkan diri dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Misalnya, pada September 2024, tiga simpatisan KKB menyerahkan diri kepada Polres Teluk Bintuni dan menyatakan kesetiaan mereka kepada NKRI.

Fenomena ini menunjukkan adanya peluang untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa melalui pendampingan yang tepat.

Namun, belum adanya pendekatan sistematis dalam proses reintegrasi membuat eks simpatisan berpotensi mengalami disorientasi identitas, keterasingan sosial, dan rawan dimanfaatkan oleh kelompok separatis lain.

Dalam konteks ini, peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Teluk Bintuni berkolaborasi dengan stakeholder lainnya sangat vital dalam melakukan komunikasi dengan para eks simpatisan KKB.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam menjaga keutuhan bangsa, Kesbangpol memiliki tugas untuk memberikan pembinaan wawasan kebangsaan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air, khususnya bagi individu atau kelompok yang kembali ke NKRI.

Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan proyek perubahan yang mengintegrasikan aspek ideologi Pancasila dengan upaya penguatan kapasitas sosial, ekonomi, dan budaya bagi eks simpatisan KKB. (len)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 135 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat Jabarkan Tahapan Seleksi Paskibra Tingkat Nasional

4 Maret 2026 - 10:11 WIB

Perkuat Ekonomi Daerah, ISEI Manokwari Jalin Kemitraan Strategis dengan Pemkab

28 Februari 2026 - 17:53 WIB

DPRP Papua Barat Mantapkan 26 Rancangan Regulasi Daerah

27 Februari 2026 - 22:26 WIB

Masyarakat Empat Kampung Persiapan di Fafurwar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Status Definitif

17 Februari 2026 - 12:06 WIB

Reses dengan Masyarakat Fafurwar, Musa Naa Terima Aspirasi Soal Kepala Distrik

17 Februari 2026 - 11:38 WIB

Dihadapan Lagislator Papua Barat Ini, Warga Bintuni Mengeluh Soal Kondisi Ekonomi

17 Februari 2026 - 09:25 WIB

Trending di Pemerintahan
error: Content is protected !!