
KOTA SORONG, Mangrove.id| Pasar Remu kota Sorong yang terbakar baru-baru ini, kini menjadi perhatian banyak kalangan, terutama masyarakat.
Sebab, pasar ini merupakan pasar terbesar dan strategis yang ada di kota Sorong, dan sebagai pusat perputaran ekonomi, yang dapat diakses para pelaku usaha kecil.

Dengan realita pasar Remu saat ini, memunculkan harapan masyarakat khususnya para pelaku usaha, agar pasar Remu bisa dibangun kembali, dengan konsep pasar modern.
Dimana, masyarakat sangat berharap pasar Remu yang baru nantinya harus representatif, baik dari segi infrastruktur hingga keamanannya.
Menurut Calon Gubernur Papua Barat Daya Nomor Urut 1, Abdul Faris Umlati, membangun pasar modern itu tidak segampang yang dipikirkan.
Sebab, segala aspek mulai dari proses pembangunan yang memakan waktu, hingga alokasi anggaran yang besar, perlu diperhatikan dan dihitung secara matang.

“Membangun pasar itu, bukan uang satu atau dua miliar. Karena ada pengalaman kami, sebagai kepala daerah di Raja Ampat. Selain itu, memindahkan orang ke pasar itu juga menjadi pekerjaan yang lebih repot, lebih sulit,” ungkap AFU saat bertatap muka dengan simpatisan pendukung pasangan ARUS di kota Sorong, Rabu (23/10).
Meski begitu, ia berpendapat, dengan hadirnya Pemprov Papua Barat Daya, maka akan memberikan dukungan kepada Pemkot Sorong, selaku pemerintah wilayah.
Secara teknis, dengan kolaborasi dua pemerintah daerah maka sedikit memudahkan, berkaitan dengan perencanaan pembangunan pasar tersebut.
“Andaikan, dalam prosesnya ternyata provinsi maupun kota anggarannya terbatas, maka program itu bisa kita usulkan ke pusat,” katanya.
Lanjut AFU, bilamana pasangan ARUS dikehendaki Tuhan melalui suara rakyat dan terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029, maka bukan persoalan sulit dalam membangun komunikasi dengan pusat.
Ia optimis, karena dalam Kabinet Merah Putih, beberapa menteri merupakan perwakilan dari partai pengusung pasangan ARUS, ditambah dengan dua legislator asal Papua Barat Daya di Senayan dari partai Nasdem dan Demokrat.
“Kebetulan, pasangan ARUS diusung oleh Demokrat, Nasdem, PKS dan PSI serta didukung Partai Ummat. Untuk menteri, PSI punya satu menteri dan tiga wamen, Demokrat juga punya lumayan, satu wamen, satu menko dan dua menteri. Dan itu adalah ruang komunikasi yang bisa kita bawa ke Jakarta,” jelasnya.
Dengan tuntutan masyarakat yang menginginkan pasar Remu dibangun di lokasi yang sama, AFU menilai, pemerintah mau tidak mau harus intervensi, dalam arti sebisa mungkin memenuhi harapan masyarakat.
Memiliki pengalaman sebagai kepala daerah di Raja Ampat dan Teluk Bintuni, AFU menegaskan, dengan pengalaman sepuluh tahun di pemerintahan, pasangan ARUS tentu memiliki berbagai strategi untuk bisa mewujudkannya.
“Apalagi perilaku warga pasar, kami juga sudah memahami dengan baik. Dan saya pribadi, juga pernah merasakan sebagai warga pasar, karena dulu saya pernah berjualan ikan,” pungkas mantan Legislator Raja Ampat tersebut. (wanma)

































Hari ini : 508
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164391
Hits Hari ini : 1950
Who's Online : 9