Siapa sangka, seorang Alimudin Baedu yang sangat tersohor sebagai birokrat perencana yang andal di kabupaten Teluk Bintuni, punya masa lalu yang memilukan. Berikut kisahnya..
Oleh: Valentino Wanma
KEHIDUPAN Alimudin Baedu ternyata punya kisah yang memilukan. Lahir di lingkungan keluarga yang miskin, membuat dirinya mustahil untuk bisa sukses.
Namun niat dan kerja keras, ternyata merupakan modal penting bagi seseorang untuk bisa mencapai kesuksesan. Seperti yang dilakukan Alimudin Baedu.
Berawal, usai tamat SMA di Biak, Alimudin lalu memutuskan untuk melanjutkan studinya ke Universitas Cenderawasih Jayapura. Akan tetapi, keinginannya itu sempat ditolak sang ayah, karena alasan ekonomi.
Namun tekadnya yang kuat, memberinya semangat pantang menyerah untuk pergi belajar. Walau dalam hati kecilnya, timbul keraguan apakah bisa hidup di sana.
Akhirnya, Alimudin pun bisa pergi ke Jayapura, setelah sang ayah merelakan dan memberinya sedikit uang hasil gaji beberapa bulan sebagai buruh bangunan.
Sebenarnya, Alimudin merasa berat dan tak tega. Karena keputusannya itu tentu akan membebani keluarganya. Apalagi masih banyak saudaranya yang membutuhkan uang untuk bersekolah.
Tapi Alimudin sudah berniat harus mengejar cita-citanya untuk menjadi orang sukses, demi keluarga tercinta.
Terutama, yang membuat dia bersemangat karena janjinya kepada ibunda tercinta bahwa ia akan mengangkat derajat keluarga.
“Saya anak ke-5, dari 11 orang bersaudara. Hidup kami susah saat itu. Apalagi biaya saya kuliah, cukup besar. Tapi saya bilang ke orang tua saya, jangan kuatir, saya pasti bisa,” kisah Alimudin saat bertatap muka dengan relawan DAMAI di SP 4 Manimeri, Minggu (22/9) malam.
Alhasil, Alimudin sukses mencapai keinginannya menjadi sarjana, dan kemudian menjadi seorang PNS yang memulai karir sebagai staf di beberapa kecamatan, termasuk pernah bertugas di wilayah perbatasan RI – PNG, kecamatan Muara Tami, kota Jayapura.
Perjalanan hidupnya yang begitu susah, ternyata mendorong dia untuk lebih bersemangat. Hingga akhirnya mantan aktivis itu, kini menjadi orang berpengaruh di kabupaten Teluk Bintuni.
Saat ini, Alimudin sudah mewakafkan hidupnya mendampingi Daniel Asmorom untuk membangun Sisar Matiti dua kali lebih baik.
Perjalanan hidupnya, yang banyak bergaul dengan orang-orang sukses, telah menjadi pengalaman berharga yang akan dia wujudkan dalam melayani masyarakat.
Untuk itu, Alimudin mengajak masyarakat kalangan bawah yang berprofesi sebagai petani, nelayan hingga buruh bangunan, untuk bersatu dengan DAMAI, melawan kemiskinan.
“Dengan ilmu yang saya miliki, akan saya pakai untuk membangun daerah ini. Saya dengan bapak Daniel Asmorom punya niat untuk masyarakat yang sehat, cerdas dan kenyang (sejahtera.red),” pungkasnya. (*)
































Hari ini : 206
Kemarin : 867
Total Kunjungan : 177796
Hits Hari ini : 423
Who's Online : 2