TELUK BINTUNI, mangrove.id| Sampel jaringan penyakit seperti kanker dan tumor dari pasien yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni, kedepan tidak lagi dikirim ke rumah sakit lain.
Pemeriksaan sampel jaringan tersebut nantinya cukup dilakukan di rumah sakit kebanggaan masyarakat kali kabur tersebut. Sebab, tenaga medis hingga sarana prasarana pendukung, dalam waktu dekat sudah siap.

Untuk tenaga dokter spesialis, Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau menyebut, sudah ada satu dokter spesialis patologi anatomi yang bertugas.
“Contoh, mungkin ada tumor. Dokter inilah yang akan menilai apakah tumor ini kategori ganas atau jinak. Dokter ini akan menunjang pelayanan onkologi kita, karena kemoterapi sudah jalan,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (15/10).
Hanya saja dia mengatakan, dokter tersebut sementara belum bisa bertugas secara optimal. Sebab, peralatan medis yang dibutuhkan masih dalam proses pemesanan.
“Kami lagi pengadaan peralatannya, dan sementara dokter ini lagi fokus pada FNAB (fine needle aspiration biopsy). Setelah semua alat-alat kesehatan yang kami pesan sudah datang, maka dokter ini akan bekerja secara optimal,” tandas dokter spesialis penyakit dalam itu.
Sebagai informasi, dokter spesialis patologi anatomi merupakan salah satu dari dua dokter asal RSUD Teluk Bintuni yang berhasil menyelesaikan studi spesialistik.
Dua dokter spesialis ini yakni: dokter spesialis neurologi atau saraf yang selesai studi pada bulan September 2025, dan dokter spesialis patologi anatomi yang selesai studi pada bulan Juni 2025.
Selain patologi klinik dan patologi anatomi, pihak RSUD berencana akan menambah layanan mikrobiologi. Diupayakan, dalam periode pertama masa kepemimpinan Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, layanan ini sudah berjalan. (len)

































Hari ini : 4
Kemarin : 867
Total Kunjungan : 177594
Hits Hari ini : 11
Who's Online : 12