
SORONG, Mangrove.id| Masyarakat di delapan distrik kabupaten Sorong yakni, Beraur, Bagun, Konhir, Klawak, Hobart, Klabok, Buck dan Botain, menyatakan sikap memenangkan pasangan Abdul Faris Umlati dan Petrus Kasihiw.

Pernyataan sikap dari masyarakat adat Moi di Tanah Klabra kepada kandidat Pilgub Papua Barat Daya nomor urut 1 ini, disampaikan seorang tokoh adat, saat kampanye pasangan ARUS yang dipusatkan di kampung Wanurian, distrik Beraur, Sabtu (2/11).

Sebelumnya, pasangan ARUS yang tiba di kampung Wanurian, disambut puluhan masyarakat Moi dengan tradisi adat. Bahkan Cagub No. 1, Abdul Faris Umlati, mendapat kehormatan warga setempat, dengan diarak memakai tandu menuju tempat acara.

Tak hanya itu, pasangan ARUS dan rombongan, sebelum melaksanakan kampanye, disuguhi atraksi tari-tarian adat, yang dibawakan oleh anak-anak Moi setempat.
Ketua Tim Pemenangan Pasangan ARUS, Zeth Kadakolo, dalam orasinya, menyatakan, tidak ada orang Moi yang jadi ketua tim pemenangan di pasangan calon.
“Hanya di pasangan ARUS. Dan itu saya,” ucap Anggota DPRD Papua Barat Daya itu.

Ia menambahkan, tidak hanya dirinya sebagai representase Orang Moi, namun sebagian besar Tokoh Adat Moi sudah berkomitmen mendukung pasangan ARUS di Pilgub PBD.
“Yang bisa membawa harapan kita orang Moi, hanya pasangan ARUS,” ujarnya.
Kepada masyarakat Moi di tanah Kalabra, Kadakolo memastikan dirinya siap menjadi penyalur aspirasi masyarakat Moi, saat pasangan ARUS menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya.
“Karena itu, saya minta kita semua untuk tidak ke paslon lain. Mari kita menangkan pasangan ARUS. Demi harga diri kita,” pesannya.
Sementara, Abdul Faris Umlati atau AFU, saat menyampaikan orasinya, mengatakan, dirinya sengaja meluangkan waktu untuk berjumpa dengan sanak keluarga Moi di Tanah Klabra.
“Kami datang jauh-jauh dari kota, untuk bertemu dengan keluarga di sini. Dan tidak sia-sia,” ucap AFU.
Dihadapan para simpatisan pasangan ARUS yang notabene adalah keluarga besar Moi, AFU menegaskan, dirinya tidak main-main maju di Pilgub PBD.
Oleh sebab itu, sebagai bagian dari keluarga besar Moi khususnya di Tanah Klabra, AFU meminta, agar seluruh keluarga Moi, wajib mendukung penuh pasangan ARUS.
“Kami tidak main-main, dan kami siap membangun. Jadi kami minta keluarga semua jangan pilih yang lain. Pilih pasangan yang sudah pasti menang. Yaitu ARUS. Semua aspirasi kami sudah mengerti. Dan kami siap,” tegasnya.
Ia berjanji, akan mewujudkan harapan masyarakat Moi di Tanah Klabra ketika pasangan ARUS menang. Salah satunya, ARUS siap menyediakan transportasi yang layak.
“Saya dan pak Petrus Kasihiw punya pengalaman, dan kami sudah teruji dan terbukti. Saya masih menjabat Bupati Raja Ampat yang sementara cuti, dan pak Petrus Kasihiw mantan Bupati Teluk Bintuni dua periode,” ungkapnya.
Hal penting yang AFU tegaskan, bahwa dirinya adalah keluarga buat seluruh masyarakat Moi di Tanah Klabra. Dan ia sangat berharap, kalau kerukunan keluarga Nusantara mampu komitmen memberikan dukungan 9.000 suara kepada ARUS, maka sebagai keluarga masyarakat Moi di Tanah Klabra harus bisa memberikan suara 100 persen.
Kesempatan yang sama, Cawagub yang akrab disapa Kaka Pit itu juga menegaskan bahwa dirinya dan AFU sangat berpengalaman.
“Saya dan pak AFU sangat berpengalaman. Saya sendiri, mantan birokrat yang puluhan tahun berkarir sebagai perencana di pemerintahan daerah,” ucapnya.
Dengan fakta ini, Kaka Pit berharap, seluruh masyarakat tidak perlu khawatir mendukung pasangan ARUS. Karena, AFU sudah membuktikan di Raja Ampat, dan Petrus Kasihiw sudah membuktikan di Teluk Bintuni.
Melihat kondisi di tanah Klabra, Kaka Pit menyatakan, bahwa pasangan ARUS akan berupaya maksimal memperjuangkan hak-hak dasar OAP.
“Intinya, OAP harus diselamatkan. Saya di Bintuni, telah buat Perda yang mengakui tanah adat. Jadi hutannya tidak hilang, tapi masyarakat adat bisa nikmati hasilnya,” sebutnya.
Disamping itu, soal pendidikan dan kesehatan, lagi-lagi Kaka Pit menegaskan, dirinya dan AFU punya pengalaman.
Oleh sebab itu, Kaka Pit mengungkap, pasangan ARUS sangat mengerti apa yang diinginkan masyarakat, khususnya OAP. Karena pasangan ARUS, juga bagian dari masyarakat OAP.
Menurut Kaka Pit, jika Orang Moi di tanah Klabra tidak memilih Petrus Kasihiw, itu tidak masalah. Sebab, tidak ada hubungan darah. Namun, berbeda dengan AFU. Sehingga Kaka Pit, sangat yakin bahwa Orang Moi tentu akan memilih AFU sebagai rasa kebanggaan.
“Kalau orang Moi tidak pilih saya, itu tidak soal. Karena saya tidak ada hubungan darah dengan orang Moi. Tapi, apakah orang Moi tidak pilih AFU? Saya yakin, pasti Orang Moi akan pilih Orang Moi,” imbuhnya.
Kaka Pit menambahkan, pengalaman dirinya dan AFU sebagai Bupati, akan dikolaborasikan untuk membangun provinsi Papua Barat Daya dengan slogan arus perubahan.
“Ibaratnya, sebuah speedboat, kami ini mesinnya seimbang, kami punya akselerasi yang bisa dibuktikan,” pungkasnya. (wanma)
































Hari ini : 522
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164405
Hits Hari ini : 2095
Who's Online : 7