MANOKWARI, mangrove.id| Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Barat bergerak cepat merespons insiden kekerasan yang terjadi di SMK Taruna Kasuari Nusantara pada Rabu (22/4/2026) malam.
Wakil Ketua DPRP Papua Barat, Syamsudin Seknun, S.Sos, SH, MH menegaskan bahwa pihaknya akan memanggil dinas terkait dan kepala sekolah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan berlangsung Jumat (24/4/2026) besok.
Ia menyatakan, DPRP telah memulai fungsi pengawasan segera setelah informasi tersebut mencuat. Khususnya dalam RDP besok, DPRP akan meminta laporan detail mengenai kronologi dan penyebab pasti kejadian tersebut.
“Kami akan panggil dinas terkait dengan kepala sekolah untuk RDP. Kami minta laporan secara detail proses kejadiannya seperti apa,” ujar Sase sapaan akrabnya, saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (23/4/2026).
Ia juga menambahkan, bahwa saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh pihak kepolisian. Sase pun mengimbau, keluarga korban untuk menahan diri dan memberikan ruang bagi kepolisian guna melakukan pendalaman lebih lanjut.
DPRP Papua Barat, kata Sase, telah menginstruksikan instansi terkait dan pihak sekolah untuk memberikan perhatian khusus kepada para korban. Dimana, aspek kesehatan dan psikologis anak didik menjadi prioritas utama.
“Kami sudah perintahkan dinas dan sekolah untuk melakukan pendampingan dan pelayanan maksimal kepada korban. Mereka adalah anak didik yang butuh perhatian khusus untuk melihat perkembangan mereka,” tegasnya.
Selain mengusut insiden yang terjadi, DPRP juga menyoroti adanya ketidakseimbangan antara animo pendaftar dengan fasilitas yang tersedia. Ia menilai, kapasitas penerimaan murid saat ini telah melebihi batas (overcapacity), lantaran tingginya keinginan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Papua Barat mengonfirmasi bahwa pembangunan fasilitas SMK Taruna yang sesuai standard, akan mulai dikerjakan tahun 2026 di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).
“Tahun ini pembangunan di Mansel akan berjalan. Kita berharap pada tahun 2027 fasilitas tersebut sudah bisa difungsikan sepenuhnya,” tutup Sase. (len)
































Hari ini : 161
Kemarin : 863
Total Kunjungan : 194339
Hits Hari ini : 759
Who's Online : 10