
KOTA SORONG, Mangrove.id| Keberhasilan pemerintah dalam menekan angka pengangguran, akan menjadi bukti nyata keseriusan dalam upaya mensejahterakan masyarakat.
Karena, dengan mengurangi jumlah pengangguran maka, otomatis mengintervensi angka kemiskinan untuk ikut turun.
Menurunkan angka kemiskinan lewat kebijakan pembukaan lapangan kerja sepertinya mudah dikatakan. Namun faktanya, tidak gampang hal itu dilaksanakan.
Kendati demikian, program dan kebijakan yang tepat bisa saja memberi pengaruh terhadap menurunnya angka kemiskinan.
Dan jika itu terjadi, maka tidak bisa dibantah bahwa konseptor itu ialah sosok pemimpin yang memiliki kompetensi.
Sebagai bukti, salah satu daerah yang mampu nenurunkan angka kemiskinan, yakni Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Mantan Bupati Teluk Bintuni yang juga Calon Wakil Gubernur Papua Barat Daya Nomor Urut 1, Petrus Kasihiw, mengungkapkan, sebelum menjabat sebagai bupati, angka pengangguran di Teluk Bintuni berada di angka 7,8 persen atau sebanyak 2 – 6 ribu pengangguran.
“Tapi sekarang tinggal 3,5 persen,” jelas Pit Kasihiw saat bertatap muka dengan ratusan warga Malanu, Kota Sorong, Sabtu (26/10).
Pit Kasihiw menjelaskan, penurunan angka kemiskinan di era-nya, menjadi bukti adanya intervensi pemerintah dalam upaya mensejahterakan masyarakat.
Dimana, ia menyebut, pihaknya menghadirkan sebuah lembaga vokasi, yang dibiayai dari APBD Teluk Bintuni. Yakni, Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) Teluk Bintuni.
“Anak-anak yang tadinya suka mabuk-mabuk, kita ajak untuk dilatih menjadi pekerja semi skil, yang siap bekerja di perusahaan-perusahaan,” sebutnya.
Di P2TIM, Pit Kasihiw mengungkapkan, setiap anak yang dinyatakan lolos seleksi, akan menempuh pendidikan dan pelatihan selama 3,5 bulan, dan setelah lulus akan diberikan sertifikat berstandar internasional.
“Jebolan P2TIM ini, sampai ada yang bekerja di Qatar, Brunei Darussalam dan perusahaan-perusahaan tambang yang ada di dalam negeri,” bebernya.
“Dan tidak hanya laki-laki, perempuan juga bisa ikut pelatihan di P2TIM, yang kemudian dilatih menjadi hospitality. Mereka nantinya bisa bekerja di hotel maupun restoran,” tambahnya menutup. (wanma)

































Hari ini : 197
Kemarin : 846
Total Kunjungan : 164926
Hits Hari ini : 1329
Who's Online : 7