BINTUNI, Mangrove.id| Keberhasilan program pembangunan yang dicapai Pemda Teluk Bintuni dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw – Matret Kokop, patut diapresiasi.
Kerja keras dua putra terbaik Sisar Matiti itu, tidak sia-sia dalam rangka mewujudkan kabupaten Teluk Bintuni yang Damai, Maju, Produktif dan Berdaya Saing.
By data, keberhasilan Pemda Teluk Bintuni dalam membangun daerah terlihat jelas pada indeks pembangunan manusia (IPM), yang alami peningkatan beberapa tahun terakhir.
Dimana, hal itu eksplisit pada tiga komponen penting yakni: rata-rata lama sekolah, usia harapan hidup dan daya beli masyarakat, terus mengalami peningkatan secara signifikan.
“Hal ini mempertegas bahwa kualitas hidup layak di kabupaten Teluk Bintuni semakin meningkat,” kata Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw saat membacakan pidato nota pengantar LPKj pada sidang paripurna DPRD Teluk Bintuni, Rabu (11/9).
Dalam pidatonya, Bupati memaparkan, IPM mencatat pertumbuhan positif dari 67,67 pada tahun 2021 menjadi 69,01 pada tahun 2023, atau meningkat sebesar 1,34 poin.
Peningkatan itu kata Bupati, telah mempertegas posisi kabupaten Teluk Bintuni, yang berada di urutan ke-3 dari 8 kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat.
Bupati merincikan, kinerja Pemda Teluk Bintuni dalam bidang pembangunan sumber daya manusia atau SDM, meliputi: angka melek huruf, angka harapan lama sekolah dan angka usia harapan hidup.
Dijelaskan Bupati, angka melek huruf atau AMH adalah persentase penduduk berusia 15 tahun keatas dengan kemampuan membaca dan menulis.
Pihaknya mencatat, AMH di kabupaten Teluk Bintuni pada tahun 2021 sebesar 99,35 persen, tahun 2022 sebesar 98,52 persen dan tahun 2023 menjadi 98,28 persen.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, angka rata-rata lama sekolah, menggambarkan jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk usia 15 tahun keatas dalam menjalani pendidikan formal di kabupaten Teluk Bintuni.
“AMH mengalami peningkatan dari 8,22 tahun 2021 menjadi 8,35 tahun 2022 dan 0,18 di tahun 2023, mengalami peningkatan sebesar 0,18,” terang Bupati.
Sementara, angka harapan lama sekolah di kabupaten Teluk Bintuni, Bupati menyebutkan, mengalami peningkatan dari 12,42 tahun pada tahun 2021 menjadi 12,43 tahun pada tahun 2023.
“Dan 12,44 tahun pada tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 0,64 tahun,” ujarnya.
Untuk angka usia harapan hidup, Bupati menjelaskan, telah menggambarkan rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang selama hidup di kabupaten Teluk Bintuni.
“Dimana, angka harapan hidup mengalami peningkatan dari 60,99 tahun 2021, menjadi 61,76 tahun 2023. Meningkat sebesar 0,77 tahun,” sebut Bupati.
Bupati juga menjelaskan, IPM menjadi alat ukur atau indikator atas keberhasilan pembangunan kualitas manusia suatu daerah.
“Bahkan semua negara di dunia menggunakan IPM sebagai indikator kualitas pembangunan manusia,” tutupnya.
Untuk diketahui, IPM adalah ukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup.
IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
IPM juga digunakan untuk mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup yang meliputi komponen pendidikan, kesehatan dan ekonomi. (wanma)

































Hari ini : 398
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164281
Hits Hari ini : 1233
Who's Online : 4