BINTUNI, Mangrove.id| Pemerintah kabupaten Teluk Bintuni memiliki alasan tersendiri membangun Rumah Sakit Pratama (RSP) Babo yang dimulai sejak Mei 2023 lalu.
RSP Babo yang menelan anggaran mencapai Rp 70 M itu, dibangun dengan tujuan untuk memperpendek jarak pelayanan kesehatan di wilayah pesisir.
“Alasan pemerintah membangun RSP Babo, karena pertimbangan pelayanan,” ucap Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, saat memberikan arahan pada acara pelantikan pejabat di lingkup Dinas Kesehatan Teluk Bintuni, Rabu (20/3/2024).
Bupati menyebu, setidaknya ada tujuh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah pesisir kabupaten Teluk Bintuni yang akan dilayani rumah sakit ini.
Selain menjadi rumah sakit rujukan Puskesmas, Bupati mengungkapkan, tujuan lainnya RSP Babo dirancang untuk memenuhi pelayanan kesehatan bagi sejumlah perusahaan seperti BP LNG Tangguh dan Genting Oil.
“Karena secara jarak, RSP Babo lebih dekat. Tidak perlu lagi ke Bintuni, cukup di Babo saja,” kata Bupati.
Bupati menilai, dengan ruang lingkup pelayanan RSP Babo sangat strategis dalam menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir.
“Intinya, ini adalah upaya pemerintah mengembangkan pelayanan kepada masyarakat, di bidang kesehatan,” tandas Bupati.
RSP Babo Sementara Dibawah Pengawasan Dinkes
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni, Franky D. Mobilala menerangkan, meski RSP Babo strukturnya sudah terisi, untuk sementara masih dalam pengawasan dinas.
Dijelaskan Mobilala, RSP Babo masih tergolong baru dan secara anggaran masih melekat dalam DPA Dinas Kesehatan.
“Saya akan rapat dengan mereka, untuk membahas mekanisme pelayanannya, tapi apa-apa saja yang diperlukan sebagai langkah awal,” ujar Mobilala, Rabu.
Kendati demikian, ia mengklaim hal-hal mendasar berkaitan dengan pelayanan sudah direncanakan pihaknya. Dimana, tim kerja sudah dibentuk untuk mempersiapkan segala kebutuhan RSP Babo.
“Tim ini bertugas mempersiapkan peresmian tetapi juga operasional rumah sakit. Sebagian besar tim kerja, sudah dilantik dalam struktur hari ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini yang menjadi atensi pemerintah ialah izin operasional RSP Babo. Untuk itu, para pejabat yang sudah dilantik, khususnya Direktur RSP Babo, dr. Nova sudah diberi petunjuk untuk segera mengurus izin tersebut. (wanma)

































Hari ini : 397
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164280
Hits Hari ini : 1173
Who's Online : 5