TELUK BINTUNI, mangrove.id| Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, SE, MH mengapresiasi niat BP Tangguh menyerahkan aset perusahaan yang berdiri di atas tanah pemerintah daerah kepada Pemkab Teluk Bintuni. Aset tersebut nantinya akan dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) usai penghibahan kembali kepada pemerintah daerah.
Apresiasi itu disampaikan Bupati Yohanis dalam peninjauan dan observasi awal di Distrik Babo, Kamis (5/10/2026). Ia didampingi Habel Tanati selaku Social Performance and Delivery Manager BP Indonesia (BP Tangguh LNG), Plt. Kepala Dinas Perhubungan Jandry Salakory, staf bidang pengelola aset daerah BPKAD, pengurus BUMD, Badan Pertanahan Nasional (BPN), unsur Pemerintah Distrik Babo, dan pihak terkait lainnya.
Menurut Bupati, peninjauan ini berkaitan dengan status sejumlah aset tanah pemerintah daerah yang selama ini dimanfaatkan BP Tangguh, termasuk kawasan dermaga serta lahan di sekitar Pelabuhan dan Bandara Babo. Ke depan, aset-aset tersebut diharapkan dapat dikelola BUMD Teluk Bintuni.
Bupati Yohanis juga mengharapkan Distrik Babo sebagai pintu masuk Teluk Bintuni dan distrik tertua dapat ditata menjadi wilayah pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di kawasan pesisir.
“Kunjungan kami hari ini di Babo, khususnya meninjau Babo Camp atau yang kita kenal sebagai mess karyawan BP. Sebelumnya kami pemerintah daerah mendapat kabar baik atas upaya peninjauan aset yang dilakukan pemerintah daerah bersama manajemen BP Tangguh, terkait penyerahan aset yang dapat dimanfaatkan dan dikelola pemerintah daerah melalui BUMD,” ucap Bupati Yohanis Manibuy.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan mendorong BUMD segera mengkaji kembali pemanfaatan aset tersebut agar sejalan dengan kepentingan masyarakat. Penataan aset diharapkan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menjawab kebutuhan optimalisasi kemandirian fiskal daerah.
Menurut Bupati, keterpaduan antara perencanaan dan penganggaran menjadi fondasi utama pembangunan sekaligus cara menguatkan kapasitas fiskal daerah yang masih lemah karena struktur APBD didominasi dana transfer dari pemerintah pusat.
“Oleh karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan setiap aset yang berada di kawasan strategis tersebut memberi manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati menilai revitalisasi infrastruktur transportasi melalui pembangunan dermaga Pelabuhan Babo yang sedang berjalan menjadi momentum strategis mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Kami apresiasi penuh niat baik BP Tangguh yang ingin melaksanakan penyerahan kembali aset yang dibangun di atas tanah Pemda di lokasi Babo Camp atau Mess BP Singgah Karyawan sebelum ke site. Sesuai observasi awal, kami pemerintah daerah meninjau langsung,” ucap Bupati.
Bupati menegaskan hasil peninjauan akan segera ditindaklanjuti agar aset dapat dikelola sebagai bentuk peningkatan PAD daerah, termasuk melalui pengelolaan rumah singgah atau mess penginapan oleh BUMD.
“Pada kesempatan yang baik ini, saya menyampaikan terima kasih kepada manajemen BP Indonesia serta semua pimpinan pusat atas inisiatif dan rencana menghibahkan aset bangunan di atas tanah Pemda kepada Pemerintah Kabupaten untuk dikelola lebih lanjut dalam tujuan penguatan kemandirian PAD,” terangnya.
“Terima kasih dan apresiasi kepada BP Tangguh dan manajemen pusat. Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat aset Pemda dan tata kelola sumber PAD ke depan,” pungkas Bupati. (len)





























Hari ini : 506
Kemarin : 731
Total Kunjungan : 56236
Hits Hari ini : 3185
Who's Online : 12