Mangrove.id| Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw menghadiri pertemuan dengan Komnas HAM di salah satu hotel di kota Manokwari, Kamis (6/10/2022). Pada pertemuan ini, Bupati memberikan keterangan terkait peristiwa pembantian yang terjadi di distrik Moskona Barat, Kamis (29/9/2022) lalu.
Dalam keterangannya, Bupati mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi bersama Pemprov Papua Barat terkait proyek jalan Trans Papua Barat yang menjadi ajang pembantaian KKB.
“Komnas HAM memberikan masukan dan saran agar Pemda dapat mengambil langkah-langkah inisiatif untuk melakukan pendinginan suasana. Dengan cara, mengajak Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama untuk duduk bersama dan mencari solusi. Dengan tujuan, kedepan tidak lagi terjadi,” ujar Bupati.
Berkaitan dengan itu, Bupati mengatakan, Pemda Teluk Bintuni berinisiatif untuk bersinergi dengan Pemda Maybrat. Sinergitas dua Pemda ini, Bupati menjelaskan, supaya ada kesepahaman bersama untuk merangkul semua pihak khususnya para Tokoh.
“Jika usaha bersama belum tercapai, kami sudah punya rencana akan kumpulkan Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Agama yang berada di wilayah Moskona,” tambahnya.
Lanjut Bupati, pihaknya lebih memilih melakukan pendekatan-pendekatan non militer, dengan mengedepankan negosiasi-negosiasi untuk memberikan ruang secara hati nurani. Dengan harapan, perbuatan keji seperti ini tidak terulang.
“Sesuai dengan ketentuan Pemda akan menggunakan pendekatan persuasif. Tentunya, setelah pertemuan dengan Komnas HAM, kami akan kembali ke Bintuni secepatnya untuk melakukan pertemuan dengan Forkopimda,” tutup Bupati.
Diketahui, pertemuan dengan Komnas HAM di Manokwari, Bupati didampingi Plt Kepala Badan Kesbangpol Teluk Bintuni, Rheinhard Maniagasi serta beberapa pejabat di lingkup Badan Kesbangpol Teluk Bintuni. (Susi)

































Hari ini : 301
Kemarin : 673
Total Kunjungan : 165703
Hits Hari ini : 484
Who's Online : 1