BINTUNI, Mangrove.id| Kinerja Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw-Matret Kokop sepanjang dua periode memimpin daerah ini, patut mendapat apresiasi.
Tidak bisa dibantah, semenjak kepemimpinan Pit – Matret sejak 2016 hingga sekarang, banyak hal yang kelihatan sebagai bukti nyata pembangunan.
Meski begitu, Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, menolak jika pandangan keberhasilan pembangunan, merupakan hasil kerjanya sebagai kepala daerah.
Tetapi, Bupati menerangkan, sejatinya keberhasilan pembangunan, merupakan hasil kerja keras semua pihak.
“Tidak ada keberhasilan tanpa kerjasama. Sebab, banyak tantangan yang kita hadapi, dalam membangun kabupaten ini,” kata Bupati Kasihiw yang diwawancarai usai Sidang LKJP di DPRD Teluk Bintuni, Rabu (11/9).
Bupati menuturkan, kabupaten Teluk Bintuni memiliki tantangan yang cukup kompleks. Disebabkan, kabupaten ini sangat luas di Papua Barat, dengan penyebaran penduduk di wilayah pesisir, lembah dan pegunungan.
Dengan kondisi demikian, Bupati mengaku, pihaknya mengalami kesulitan untuk menjangkau seluruhnya. Namun, hal itu tidak menyurutkan niat pemerintah untuk terus melayani masyarakat.
“Hasil kinerja kami sepanjang dua periode ini, kami merasa sudah bekerja maksimal. Kami mengakui juga, bahwa tidak ada yang sempurna. Dan, itu sudah menjadi catatan-catatan kedepan,” ujarnya.
Di penghujung masa jabatan, Bupati menitip masa depan kabupaten Teluk Bintuni kepada tiga kandidat yang maju di Pilkada serentak 2024. Khususnya, Bupati berharap, kandidat yang nantinya terpilih bisa melanjutkan apa yang belum diselesaikan.
“Perlu kita pahami bersama, bahwa setiap periode kepemimpinan, punya tantangan sendiri-sendiri,” jelasnya.
Tak lupa, Bupati yang didampingi Matret Kokop, menyampaikan terima kasih dan apresiasi, kepada segenap Pimpinan dan dan Anggota DPRD Teluk Bintuni, atas dukungannya selama ini.
Dan terima kasih juga, Bupati sampaikan kepada seluruh perangkat daerah, yang sudah bekerja keras membantu dirinya dan Matret Kokop.
“Kami akui, masih ada masyarakat yang belum kami sentuh dalam periode ini. Oleh sebab itu, saya dan pak Matret memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya.
Lanjut Bupati, kepemimpinannya bersama Matret Kokop masih jauh dari kata sempurna. Meski begitu, Bupati menyatakan, pemerintah memiliki niat baik untuk membangun, yang tergambar dalam program tiap tahun.
Dan itu bagi Bupati, menjadi satu hal yang positif bagi seluruh masyarakat, dengan harapan tidak berhenti sampai disini, melainkan terus dikembangkan.
“Apa yang baik di pemerintahan kami, itu menjadi modal bagi pemerintahan berikutnya. Yang belum, itu tantangan bagi pemimpin berikutnya,” pungkasnya. (wanma)































Hari ini : 161
Kemarin : 867
Total Kunjungan : 177751
Hits Hari ini : 305
Who's Online : 6