BINTUNI, Mangrove.id| Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Teluk Bintuni, Daniel Asmorom – Alimudin Baedu menjadi pasangan yang potensial memenangkan Pilkada 2024.
Komposisi figur yang mewakili dua elemen penting sebagai penggerak roda pembangunan, menjadi alasan pasangan ini memiliki kans yang lebih terbuka lebar.
Memang tidak bisa dibantah, ketika pasangan dengan jargon DAMAI ini dikatakan demikian. Sebab, pengalaman keduanya sudah tidak diragukan lagi.
Dimana, Daniel Asmorom merupakan politikus kawakan yang pernah memimpin DPRD Teluk Bintuni selama tiga periode, dan pernah menjadi Anggota DPRD Provinsi Papua Barat selama satu periode.
Sedangkan wakilnya, Alimudin Baedu merupakan birokrat senior di bidang perencanaan, yang menjabat Kepala Bappeda Teluk Bintuni selama tiga periode kepemimpinan kepala daerah.
Faktor inilah, yang membuat banyak pihak berkompeten yang punya pengaruh, memilih bergabung di kubu DAMAI. Salah satunya pasangan yang sempat akan maju, Dominggus Urbon dan Aljamid Kaitam.
Kaka Domi sapaan akrabnya, mengatakan, seyogianya setiap anak adat di Teluk Bintuni, dalam pesta demokrasi khususnya Pilkada 2024, mempunyai hak yang sama sebagai kontestan.
“Karena kursi yang direbut hanya satu sehingga kami mengambil sikap politik berkoalisi dengan pasangan DAMAI,” ucap Urbon dalam keterangan persnya, Kamis (12/9).
Wakil Ketua fraksi Otsus DPR Papua Barat ini membeberkan, alasan mendasar pihaknya mendukung pasangan DAMAI, karena sebagai anak adat, dirinya ingin merawat tali persaudaraan di kalangan keluarga besar Tujuh Suku.
“Anisto Manibuy – Joko Lingara, Robert Manibuy – Ali Ibrahim Bauw, adik-adik semua. Tapi kami pilih DAMAI. Karena kepala daerah Teluk Bintuni sudah pernah dijabat orang Wamesa dan Kuri. Kini saatnya, orang Moskona yang pimpin Kabupaten Teluk Bintuni. Mari kita berikan kesempatan kepada Daniel Asmorom,” ujarnya mengimbau.
Tokoh intelektual Tujuh Suku itu menilai, dengan perpaduan OAP dan Nusantara yang ada di pasangan DAMAI, telah memberikan gambaran jelas, tentang kemajuan demokrasi di tanah Sisar Matiti.
“DAMAI adalah pasangan Nasionalis, dari segi komunikasi, hubungan kerjasama yang cukup terjalin baik maka saat ini terbentuk koalisi MARI DOA untuk DAMAI. Ini kalimat yang mengandung makna vertikal maupun horisontal,” tandasnya.
Ia berharap DOA dan MARI bersama DAMAI akan mewujudkan suatu warna demokrasi yang lebih baik, dengan semangat nasionalisme untuk membangun Teluk Bintun sebagai miniatur NKRI. (wanma)

































Hari ini : 242
Kemarin : 867
Total Kunjungan : 177832
Hits Hari ini : 553
Who's Online : 6