MANOKWARI, mangrove.id| Melimpahnya bahan pangan lokal di bumi Papua Barat seperti sagu, umbi-umbian, dan pisang kini dipacu tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi rumah tangga, tetapi juga ditargetkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan pendapatan warga.
Pemerintah Provinsi Papua Barat menekankan pentingnya hilirisasi serta pengolahan kreatif bahan pangan lokal agar memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Langkah ini dinilai vital untuk membuka peluang usaha baru bagi para petani, nelayan, kelompok perempuan, hingga pelaku UMKM di wilayah Papua Barat.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Papua Barat, Drs. Syors Alberth Ortizans Marini, M.Si, menegaskan bahwa kekayaan pangan lokal Papua Barat yang sangat beragam merupakan aset ekonomi yang harus dikelola secara optimal.
“Berbagai sumber pangan lokal ini merupakan kekayaan alam yang harus kita jaga, lestarikan, kembangkan, dan manfaatkan secara optimal,” ujar Syors saat membacakan sambutan Gubernur Papua Barat pada lomba Kreasi Tumpeng Bahan Pangan Lokal Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) antar OPD di lingkup Pemprov Papua Barat dalam rangka HUT ke-27 Provinsi Papua Barat di Gedung PKK, Arfai Manokwari, Senin (5/10/2026).
Syors menyoroti bahwa ajang inovasi kuliner pada lomba ini tidak boleh berhenti sebagai agenda rutin atau sekadar acara seremonial. Ajang ini harus menjadi batu loncatan dalam mengubah pola konsumsi sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang kreativitas masyarakat dalam mengolah pangan lokal menjadi sajian yang menarik, bergizi tinggi, aman dikonsumsi, serta memiliki nilai ekonomi tinggi,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan konsumsi dan pengolahan pangan lokal akan berdampak langsung pada perputaran roda ekonomi daerah. Ketika rantai pasokan kuliner berbasis bahan lokal hidup, kelompok usaha pangan daerah dan petani lokal yang paling pertama merasakan manfaat ekonominya.
Guna mewujudkan kedaulatan pangan dan kemandirian ekonomi tersebut, ia mengajak masyarakat untuk bangga dan menjadikan produk pangan lokal sebagai menu utama harian.
“Mari kita jadikan pangan lokal sebagai bagian dari pola konsumsi harian, sebagai identitas daerah serta kekayaan yang patut kita banggakan bersama,” pungkasnya.
Sementara, Herdha Gala mewakili tim Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Papua Barat mengaku terkesan mengikuti lomba ini. Pasalnya, banyak pelajaran yang ia dapat dari perlombaan. Mulai dari kandungan nutrisi penting hingga bagaimana mengolah makanan agar menggugah selera makan keluarga.
“Kami bisa belajar lagi bagaimana mengolah makanan berbahan pokok menjadi kuliner yang menarik. Terutama, bagaimana mengolah makanan dengan kandungan gizi seimbang,” singkatnya. (len)


























Hari ini : 5
Kemarin : 930
Total Kunjungan : 30287
Hits Hari ini : 6
Who's Online : 8